Zoo? Yak, betul sekali! Kebun binatang. Kebun dimana banyak binatang-binatangnya.
Exactly, as you think!
Pastinya sobat pernah berkunjung ke kebun binatang kan? Apalagi bagi sobat yang berdomisili di daerah yang lumayan dekat dengan kebun binatang. Mungkin setiap hari kesana. Itu baru kemungkinan yang saya buat-buat loh. Hehehe. Tapi jangan salah sob! Ada loh orang yang setiap hari ke kebun binatang alias zoo. Yak, benar sekali! Mereka-mereka adalah para karyawan yang bekerja disana.
Saya tidak tahu apa latar belakang sobat semua datang dan menjelajahi kebun binatang. Tapi yang pasti salah satu alasan sobat pergi kesana untuk melihat binatang kan. Bukan melihat saya. Husss! :p
Naah, sekarang saya sedang menuju kesana nih. Tepatnya kebun binatang ragunan Jakarta. Mengapa saya memilih berkunjung ke kebun binatang ragunan Jakarta, tidak ke China town (Singapore) atau ke New York (US)? Karena saya ingin menyukseskan program visit Indonesia 2011. Hehehe. Hidup Indonesia!
Saat saya sedang menulis ini. Saya berpikir hikmah apa yaa yang akan saya dapatkan dari mengunjungi makhluk ALLAH yang bernama binatang itu? Apa mungkin nanti saya disana akan bisa melihat binatang-binatang yang tidak hanya langka. Namun juga binatang yang aneh misalnya unicorn berbulu domba gitu. Atau malah pegasus. Lengkap dengan sayapnya yang bagus! I hope so! Hey Pegasus wait me there
Tapi kondisi saat ini macet sekali. Diluar mobil juga panas sekali. Enaknya sambil nunggu sampai di tempat yang kita tuju, kita jalan-jalan dulu nih. Yes, jalan-jalan ke alam mimpi. Alias bobo
Oke deh sobat husnudZONE. Saya tamasya ke alam mimpi dulu yaa. Nanti kita sambung lagi setelah saya sampai di Zoo. (-__-)Zzzzz.
.
So Hot!
Kesan pertama setelah saya berhasil membeli tiket masuk kebun binatang adalah, Puanasse puoooool! Bener sobat husnudZONE panas banget. Saya baru mengerti kenapa beruang kutub tidak ada di kebun binatang ragunan ini. Hehehe.
Sepertinya saya salah waktu nih datang kesini. Datang di musim kemarau saat siang hari yang matahari lagi lucu-lucunya. Hiks. But no problemo. Tetap semangaaaat!
Awalnya, saya penasaran dengan pegasus dan unicorn yang tadi saya impikan bertemu dengan mereka saat diperjalanan tadi. Saya berpikir mungkin panas ini tidak akan begitu terasa bila bisa bertemu dengan mereka disini. Tapi kayanya itu harapan kosong yaa, sekosong tong yang nyaring bunyinya. Terus tong itu dipukul-pukulin oleh anak kecil. Hehehe. Ngawuuur.
Kalau saja saya terbuat dari es krim. Mungkin saat ini saya sudah meleleh nih. Alhamdulillahnya saya terbuat dari saripati tanah. Jadi kena panas begini udah biasa. Thanks ALLAH for your decision to created me from the selected ingredient
Terlepas dari panas yang membekap. Ada satu hal yang menarik yaitu, pintu gerbang dari kebun binatang ini. Pintu gerbangnya unik. Berbentuk seperti sepasang burung yang saling berhadapan seolah-olah menyambut kedatangan para pengunjung, included me.
Oke, kita mulai bertamasyanya yuk Sob! Hopefully i get awesome experience.
.
How Are You, Bear?
Yak, kandang yang pertama yang saya kunjungi adalah kandang beruang. Yihaaa, senangnya bisa bertemu dengan oom bear yang menggemaskan!
Saya tidak mau melewatkan moment ini tanpa memotret oom bear ini. Alhasil, episode motret-memotret pun berlangsung dengan seru. Nih saya perlihatkan sebagian dari foto-foto oom bear yang sedang berlaga bak foto model hollywood
. Check this out!
(Waah, koq ada foto calon istri saya? Ya iyalah, saya kan perginya bareng dia. Hehehe)
Asyik kan Sob? Lumayan lah bisa juga melihat bruang berjalan dengan badannya yang gempal dan terlihat agak lunak. Jadi, terlihat agak susah berjalannya namun tetap teratur.
Nah, coba direnungin nih Sob. Setelah melihat sedikit foto-foto oom bear. Apa yang sobat rasakan bila melihat makhluk hidup lain yang diciptakan ALLAH seperti oom bear?
Yes, feeling so luck, right? Merasa beruntung ALLAH menciptakan kita sebagai manusia. Karena manusia adalah khalifah di muka bumiNya ini. So lucky of us.
Karena memang manusia adalah makhlukNya yang paling sempurna. Karena hanya manusia yang mempunyai akal dan pikiran. Sehingga kita memiliki jiwa Al-Furqon. Yak, dengan akal dan pikiran yang kita miliki sebagai manusia. Kita seharusnya bisa membedakan yang mana yang baik dan yang mana yang buruk, yang mana yang bathil dan yang mana yang Hak.
Seperti yang Ia katakan dan Ia abadikan dalam Al-Quran, surah Al-Isra ayat 70:
“Dan sungguh, Kami telah memuliakan anak cucu Adam, dan Kami angkut mereka di darat dan di laut, dan Kami beri mereka rezeki dari yang baik-baik dan Kami lebihkan mereka di atas banyak makhluk yang Kami ciptakan dengan kelebihan yang sempurna” (Q.S:17:70)
Absolutely Right! We are as human, so special and more perfect than other.
Satu lagi nih Sob. Kita semua pasti punya impian kan? Ambil contoh, saat kita masih diusia anak-anak, pasti kita mempunyai sebuah cita-cita kan? Kita akan menjawab dengan sebuah profesi saat Bu guru bertanya tentang cita-cita kita. Mungkin dokter, pilot, insinyur atau bahkan arsitek. Kalau dulu, saya menjawab menjadi pemain sepakbola. Hehehe
Nah, pertanyaan selanjutnya, apakah oom bear bisa menjawab saat ditanya pertanyaan tentang cita-cita tersebut? Hehe. Pasti tidak bisa kan.
Itulah salah satu hal yang membuat kita lebih sempurna dari pada oom bear, paman bird, kakek komodo atau bahkan kak gajah sekalipun.
.
I wanna fly like a bird
Setelah puas main-main sama oom bear. Saya langsung menuju ke kandang paman bird. Kesan pertama yang saya rasakan adalah syahdu. Yap, syahdu mendengar kicauan burung-burung yang merdu. Rasanya seperti lupa dengan panas yang tadi membekap. Kicauan-kicauannya seolah saling melengkapi kicauan lainnya. Menyatu. Indah berkolaborasi dengan lingkungan kebun binatang ini. Sounds Great!
Saya tidak heran mengapa lagu berjudul “I Believe I Can Fly” begitu terkenal. Terkadang saat saya sedang di dalam bus kota, tiba-tiba saja terdengar lagu tersebut dari handphone penumpang lainnya sebagai ringtone. Bahkan lagu itu sudah dinyanyikan ulang oleh berbagai artis mancanegara dengan nuansa dan style mereka masing-masing.
Bila kita membicarakan tentang lagu tersebut pasti kita tahu maknanya kan? Yes, sebuah lagu yang menginpirasi banyak orang-orang tentang indahnya terbang di angkasa. Indahnya melihat bumi dari ketinggian dan indahnya berada di langit tanpa menginjak bumi.
Sejatinya, kita sebagai manusia biasa memang tidak mempunyai sayap sekuat paman bird. Tetapi karena kuasaNya, kita diberikan akal dan pemikiran untuk bisa sampai ke angkasa dan menjelajahinya. Dengan akal dan pikiran yang dianugrahkanNya kita bisa menciptakan sebuah pesawat. Pesawat itulah yang digunakan oleh kita untuk sampai ke angkasa dan menjelajahinya.
Tidak hanya itu, ingat dengan pesawat ulang-alik, roket atau pesawat luar angkasa lainnya? Tentu saja itu bukan ciptaan paman bird atau oom bear kan? Exactly! Itu adalah ciptaan khalifah di muka bumi ini. Manusia.
So, jangan iri yaa sob sama paman bird. Karena paman bird hanya bisa terbang sampai ke angkasa. Sedangkan kita bukan hanya sampai ke angkasa bahkan kita bisa terbang sampai keluar angkasa dan menjelajahinya.
Masih gak percaya Sob? Nih buktinya saya perlihatkan fotonya:
.
Elephant Strongness
Setelah melakukan lawatan ke oom bear dan paman bird. Lawatan selanjutnya adalah ke Kak gajah. The biggest animal in here!
Howdy Kak gajaaaah! Semoga dalam keadaaan yang baik-baik saja ya Kak. Hehehe.
Yak, satu pertanyaan saya untuk sobat semua. Apa yang sobat pikirkan ketika pertama kali melihat gajah?
Besar. Kuat. Gemuk. Belalainya panjang. Yes, semua benar. Kak Gajah memang diidentikkan dengan semua hal yang tadi sobat semua sebutkan. Itu semua adalah kelebihan Kak gajah.
Saking kuatnya kak gajah, bahkan ada dari sebagian kita yang juga iri dengan kelebihan tersebut. Kadang kita ingin menjadi kuat seperti gajah. Bahkan melebihinya.
Tapi ingatkah Sob! Bahwasannya kekuatan tak selamanya menjadi pemenang. Kadang dalam banyak kasus si kuat dikalahkan oleh si lemah.
Dulu sewaktu saya kecil, saya sering menimpuki seprai yang sedang dijemur oleh almarhumah Ibu saya dengan batu (Jangan ditiru yaa. Hehehe). Ada satu pelajaran yang bisa saya ambil. Bahwa sekuat apa pun batu yang saya lemparkan tidak pernah bisa menembus seprai yang dijemur itu. Trush me! Bila tidak percaya silahkan dicoba. Hehehe
Mengapa hal itu bisa terjadi Sob? Mari kita analisa bersama.
Pertama, sifat batu adalah solit, kuat dan keras. Kedua, sifat sprai adalah halus dan lembut.
Idealnya kuat mengalahkan yang lemah kan? Tapi nyatanya batu itu tak pernah sekalipun menembus sprai itu. Batu itu hanya menabrak sprai dan jatuh tepat di bawah sprai itu tanpa terpental ataupun menembus.
TEREDAM? Yak, benar sekali Sob! Sprai yang lemah mampu meredam kekuatan si batu. Bukan melawannya.
Saat batu dilemparkan batu meluncur dengan kekuatan tertentu menabrak sprai tersebut. Namun, yang dilakukan sprai itu bukan melawan luncurkan batu itu. Sprai itu melemahkan dirinya hingga pada periode waktu tertentu kekuatan luncurkan batu yang menabrak sprai menjadi klimaks dan seketika setelah itu menjadi anti-klimaks. Sprai hanya bergerak mundur (melemahkan diri) untuk meredam kekuatan batu.
Nah, dari pengalaman saya masa kecil. Terlihat jelas bahwa apabila kekuatan dilawan dengan kekuatan akan patah jadinya.
So, mulai sekarang janganlah iri dengan kekuatan Kak gajah. Karena kekuatan fisik bukanlah segalanya. Namun kekuatan hati untuk terus istiqomah menggapai ridho-Nya adalah yang paling utama.
.
Waduuuh, tak terasa matahari sudah hampir condong ke barat. Sayang sekali saya harus bergegas pulang nih. Padahal saya masih ingin belajar dari teman-teman binatang yang ada disini nih. Tapi mengingat perjalanan yang harus saya tempuh lumayan jauh Sob. Ragunan-Bekasi. Hehehe. Jadi mau gak mau harus pulang deh. Tapi tetep semangat Sob! Karena hari ini banyak pelajaran yang bisa diambil dari binatang-binatang yang ada di kebun binatang ini.
Thanks oom bear, paman bird dan Kak gajah. Sampai ketemu lagi. I will miss u guys. Hopefully i can meet them with my `little family` later.
- Deni Kurniawan














