Pada saat saya sedang bermain dengan dua sahabat kecil saya di sebuah kolam yang airnya jauh dari kata jernih. Bahkan wajah saya pun bisa terpantul dengan jelas di permukaan air tersebut. Bukan karena saking jernihnya tapi sebaliknya. Sampai-sampai awalnya kami pun agak merasa jijik bila salah satu dari kami menciprati air dari kolam tersebut. Akhirnya permainan ciprat-cipratan pun dimulai. hehehe. Kejadian itu terjadi pada saat saya berusia 5 tahun (pra-sekolah).
Kami bertiga sangat menikmati permainan tersebut. Alhasil saya lah yang paling basah dengan air kotor tersebut. Karena tubuh saya saat itu paling kecil dan pendek diantara kedua teman saya. Disaat saya bisa menyiram mereka satu kali, mereka sudah tertawa karena mereka cukup membuat saya basah kuyup saat cipratan mereka yang ketiga kalinya. Ingat pertandingan ini tidak seimbang karena postur tubuh, jadi wajar ya kalo saya kalah. hehehe..
Saat kami bertiga sedang asyik bermain, tiba-tiba saya secara tidak sengaja tersandung batu yang ada di sekitar kolam itu. “Duk.. Aduh!!”. Saya terjatuh dengan posisi menjauh dari kolam. Tapi sandal saya tidak selamat. Yess.. Sandal saya tercebur ke kolam. “Yaaaah, padahal itu kan sandal baru, loh..” hehehe.
Dengan perasaaan khawatir dan takut di marahi Ibu saya mencoba mengambil sandal itu. saya memasukkan kaki saya ke dalam kolam dan menggerak-gerakkannya bagai gerakan mendayung. Waktu itu saya mencontoh atlit dayung Nasional pada PON (Pekan Olahraga Nasional) yang saya tonton di televisi. Hehehe. Saya terus membuat gerakan-gerakan mendayung untuk mendekatkan sandal saya. Tetapi hal itu masih belum mendekatkan sandal saya ke arah saya. Saya pun tidak patah semangat saya terus mendayung dengan harapan bisa medapatkan sandal saya lagi. Satu hal yang saya ingat pada saat itu adalah sebuah lagu “Nenek moyangku seorang pelaut…” Hehehe. Karena Negeri 5 Menara pun mengatakan Man Jadda WaJadda – Siapa yang bersungguh-sungguh pasti akan berhasil.
Sekitar sepuluh menit saya mencoba terus mendayung. Yes… sandal saya sudah mendekat kepada saya, walaupun hanya mendekat sekitar 5 cm. Hehehe. Alhamdulillah.. (Itu merupakan hasil jerih payah loh.. jadi tetap harus di syukuri). Saya mencoba mencari cara lain untuk bisa mengambil sandal saya. Saya melihat sekeliling mencoba mencari benda yang bisa saya gunakan sebagai alat bantu untuk mengambil sandal saya. Pada saat itu saya melihat sebuah ranting kerng yang lumayan panjang. Tanpa pikir panjang saya langsung mengambilnya.
“Sreek..sreek..” Saya mencoba mencapai sandal saya yang ada di sisi tengah kolam dengan ranting tersebut. Saya terus mencoba mencapai sandal saya yang terhanyut sekitar 15 menit yang lalu.
Di saat ranting saya mulai mengenai sasarannya. Tiba-tiba, “Byuuuuuuuur….” Saya tercebur (It’s swimming time!!! Hehehe). Saya tidak tahu apa yang membuat saya tercebur yang saya rasakan adalah adanya sebuah dorongan dari belakang. Saya tidak bisa berenang. Yang saya lakukan adalah mencoba mencapai sisi kolam yang masih semi permanen itu. Saya timbul tenggelam di atas permukaan kolam, saya bisa melihat dua orang teman saya tertawa dan salah seorang dari mereka berkata “Waah.. deni jadi ikan hiu!!!”.
Yess.. Disaat saya berjuang untuk bisa menepi ke pinggir kolam teman saya asyik terus tertawa dan bertepuk tangan. Hal itu mungkin karena teman saya seorang yang selalu ceria dan penggembira. Hehehe.
Beralih lagi ke tengah kolam. Saya masih timbul-tenggelam di sana. Masih terus berusaha mencapai sisi kolam. Tapi saya masih belum bisa mencapai sisi kolam. Satu hal yang bisa saya katakan adalah “Tolooooong!!!”. Dengan perasaan takut saya terus berteriak meminta tolong dengan mengharapkan ALLAH memberikan pertolonganNya. Mungkin saat itu hanya mukjizat dari ALLAH yang bisa menolong saya. Amiiin.
ALLAHÂ menunjukkan sebuah kekuasaanNya. Pada saat itu ada seorang Bapak yang lumayan saya kenal. Dia adalah pengusaha sembako yang ada di sekitar lingkungan rumah saya. Dia sedang mengantarkan beras yang di pesan pembeli yang rumahnya berada di sekitar kolam itu.
“Toloooong!!!” Hanya itu yang saya bisa lakukan, berteriak minta tolong. Saya hanya bisa mendengar “Byuuuur” seperti suara sesuatu yang tercebur.
Setelah saya mendengar suara itu dari dalam air saya dapat merasakan sepasang tangan yang merangkul badan saya dengan erat. Alhamdulillah.. Bapak itu menyelamatkan saya untuk bisa mencapai sisi kolam. Ya.. Saya bisa mencapai sisi kolam bahkan lebih dari itu, saya bisa keluar dari kolam itu dan kembali berdiri di pinggir atas kolam atas bantuan Bapak itu yang semata perantara dari pertolonganMu yaa Rabb.
Segala puji bagi mu yaa Rabb.. yang Maha Penyelamat dan Penolong bagi hambaNya
Ada tiga hal yang saya dapat petik dari peristiwa itu.
Pertama atas pertolonganNya lah yang mengirim seorang Bapak untuk menolong saya. Sehingga saya bisa selamat dari ancaman tenggelam di kolam hingga saya bisa menulis tulisan ini.
Kedua, teruslah berusaha sampai pada titik penghabisan walaupun usaha itu sangat kecil. Itu saya lakukan saat saya hanya bisa terus berteriak meminta pertolongan. Sampai akhirnya ada seorang Bapak yang dikirimkan oleh ALLAH untuk menolong saya.
Ketiga, kejadian itu membuat Ibu saya pulang lebih cepat dari tempat mengajarnya. Hehehe (Karena saya sangat ingin sekali Ibu pulang lebih cepat setiap harinya. Hehehe).
——–notes.
Salamku untuk kedua teman kecilku yang ada dalam tulisan ini. Big hug for: Nur Bayu Adhisetyo dan Fajar Firmansyah. Dimana pun kalian berada dan apapun yang kalian lakukan “Keep fighting and keep walking on ALLAH’s way!!”
——–
——–
Hebat…!!!
Kak deni jadi ikan hiu…
hehehehehe…
Di balik semua kejadian pasti ada hikmahnya, walaupun itu hal yang terburuk yang pernah dialami…
Allah mempunyai rencana di setiap kehendak-Nya…
Keep posting gan…
Siip. thanks yaa Sho
coba otak lu yang kanyut weng……..seneng sayah lu engga dapet IP 3-an lagih…….tapi ga seru juga ya gw ga bisa nanya2 ama luh……serba salah….
di 1 sisi gw pengen lu odot
1 sisi gw jg butuh bantuan nanya ama luh….
Hehe.. thanks Mas Adhi
wkwkwk,, ksian beud dh lo den :p
utang nyawa lo ma tu Bpk. hihi
smoga sll dlm lindungan Allah y bro. cpt menyempurnakan setengah dien bro ^^
Haha.. makasi Stri.. Amiin.. semoga semakin cepat.
wuiih..
pengalaman masa kecilnya masih inget kang
ada hikmah dibalik duka
ditunggu part2 nye..
Siip Con.. Sukron yah Con..
Unforgetable Memories, And I WIll Never Forget It Bro… NICE POSTING…!!! Jangan Ceritain Pas Gue Di Sunat Ya, Terus Beli Bola, Masuk Ke Toko Orang, Terus Di Belah Lah Tuh Bola Jadi 2…!! Ha Ha Ha
Waah, yg kommen salah satu aktor tulisan ini..
Keep contact bro..
[...] Apa sobat husnudZONE masih ingat edisi husnudZONE sebelumnya? Tentang mukjizat yang saya alami TENGGELAM (Mukjizat Part#1) dan Kecelakaan (Mukjizat Part#2). Terlalu naif jika saya mengatakan dua hal tersebut tidak ada [...]