Howdy Rekan-rekan. Setelah Tenggelam (Mukjizat part#1), saya mencoba menulis lagi tentang sebuah pengalaman saya saat sedang menjalani masa-masa sekolah. Tepatnya saat bersekolah SMU. Kejadian ini semakin menyadarkan saya bahwa mukjizat itu ada dan ALLAH akan memberikan mukjizat berupa hal-hal yang luar biasa.
Tulisan ini saya awali dengan bergabungnya saya di kegiatan OSIS (Organisasi Siswa Intra Sekolah) di SMU tempat saya bersekolah dulu. SMU Mandalahayu namanya. Sekolah itu adalah sekolah “Luar Negeri” alias Swasta (Hehehe) yang berlokasi di Bekasi-Timur.
Tepat pada hari Ahad saya dan teman pergi untuk menghadiri undangan OSIS sekolah lain yang mengadakan kegiatan Pensi (Pentas Seni) di sekolanya. Sebenarnya undangan itu ditujukan kepada seluruh anggota OSIS sekolah kami. Namun entah kenapa dari banyaknya anggota OSIS yang ada hampir semuanya berhalangan hadir. Ada yang berhalangan hadir karena ikut arisan keluarga, menjenguk temannya yang tetangganya sakit (hehehe). Bahkan ada pula yang tidak hadir karena tangannya terkilir sehingga tidak bisa berjalan, loh?! jalan koq pake tangan, hehehe.
Dari sekian anggota OSIS yang lain. Hanya ada satu orang teman saya yang tidak berhalangan. Yaa, dia pun ternyata juga sudah berniat untuk pergi ke acara undangan tersebut.
Sebelum saya berangkat, saya sempatkan dulu untuk mengerjakan shalat Sunnah Dhuha. Alhamdulillah, shalat itu bisa rutin saya kerjakan sampai sekarang.
“Dari Abu Hurairah, Rasulullah SAW bersabda: Pada tiap-tiap persendian itu ada shadaqahnya, setiap tasbih adalah shadaqah, setiap tahmid adalah shadaqah, setiap tahlil adalah shadaqah, setiap takbir adalah shadaqah setiap amar ma’ruf nahi munkar itu shadaqah. Dan cukuplah memadai semua itu dengan memperkuat/melakukan dua rakaat shalat dhuha” (Riwayat Muslim – Dalilil Falihin Juz III, hal 627)”.
Selepas shalat Dhuha, saya bersiap-siap dan berpamitan dengan orang tua saya. Tak lama kemudian teman saya pun datang menjemput. Akhirnya… setelah kemarin saya bujuk mau juga dia menjemput saya ke rumah sebelum berangkat. Hehehe.
Come on Bro, Lets Go!!
Saya pun berangkat setelah mencium tangan kedua orang tua saya. Maklum hal ini tidak pernah berhenti saya kerjakan semenjak saya masih belajar menggenggam. Hehehe
Kali ini teman sayalah yang membonceng saya. Dalam perjalanan kami saling mengobrol. Saling menanyakan masalah PR. Bahkan sampai menanyakan apakah sekolah yang akan kita datangi itu siswi-siswi nya cantik atau tidak. hehehe (Naluri Lelaki yang sedang puber).
Saking asyiknya kami mengobrol. Kami tiba di sebuah jalan yang cukup kosong karena yang saya tahu jalan itu baru selesai pengerjaannya. Sehingga jalan itu masih terlihat lengang pagi itu.
Melihat jalan yang cukup lengang saya rasakan laju motor pun semakin kencang (Mungkin teman saya titisannya Valentino Rossi.. hehehe)
Di jalan tersebut, tiba-tiba rasa ingin tahu saya muncul untuk menanyakan nama jalan yang sedang dilewati.
“Bro, ini jalan apa namanya yaa Bro?”. Tiba-tiba teman saya menoleh kearah saya yang duduk di belakangnya.
“Baaaaaaaaakkkkkkkkk!!!!”. Setelah bunyi tersebut saya merasakan tubuh saya terhempas jauh entah kemana. Serasa terbang menjauh dari sumber bunyi yang tadi saya dengar.
“Buuuuuuug!!!”. “Arrrrrrggghhh…” SAKIT. Yaa, saya merasakan sakit saat bunyi itu saya dengar. Badan saya ambruk ke jalan raya.
Bunyi itu berulang untuk kedua kalinya. Di saat yang sama saya merasakan sakit yang sama bahkan lebih dari sebelumnya saat saya mendengar bunyi itu untuk yang kedua kalinya.
Saya dapat merasakan badan saya ambruk ke jalan raya karena saat itu saya bisa merasakan kasar dan panasnya aspal jalan tersebut. Sakit pun makin bertambah saya rasakan.
Sakit itu belum tuntas saya rasakan. Badan saya terseret tak terkendali. Yang saya sadari adalah ada sebuah kayu yang lumayan runcing. Dan saya sadar bahwa badan saya terseret semakin mendekati benda itu.
Tak bisa saya lawan seretannya. Yang saya rasakan saya hanya semakin medekati kayu runcing itu. Saya berpikir singkat, badan saya pasti akan terluka parah bila terkena kayu itu. Apalagi ujung kayu itu kelihatannya sangat runcing.
Tapi saya tidak mau suudzon saya yakin dan sangat yakin ALLAH akan menolong saya. Saya harus berhusnudzan kepada ALLAH walaupun situasi sesulit apapun.
Disini kejadian di luar logika pun berawal. Saya merasakannya sendiri.
Seperti ada yang menahan laju hempasan itu. S u b h a n a l l o h. Badan saya yang semula terhempas cepat mengarah kayu runcing, tiba-tiba berputar dan mengarah ke sisi kanan kayu runcing itu.
Ajaib!! Benar-benar di luar nalar dan logika manusia. Disaat badan saya sedang terseret di aspal dengan cukup cepatnya. Saya dengan jelas merasakan sebuah kekuatan yang begitu dahsyat mendorong badan saya hingga badan ini berputar melawan arah hempasan awal saat badan saya jatuh. Hempasannya makin kuat menjauh dari runcingan kayu, bahkan menjauh dari kayu itu.
“Bug!!!!”. Hempasannya terhenti seketika. Dan membuat saya rebah ke tanah dengan posisi terlentang diatas tanah.
Saya sadar saat itu. Bahkan saya bisa melihat teman saya yang tertindih motor dan ambruk di sisi kanan sekitar 20 meter dari saya.
“Alhamdulillah yaa Robb!!” saya terbebas dari ancaman kayu runcing saat terhempas.
Saya menggapai kayu runcing itu dan mencoba berdiri untuk membantu teman saya yang terhimpit motor. Perlahan-lahan saya mencoba berdiri dengan bantuan kayu runcing.
Yaa.. Alhamdulillah saya bisa berdiri. Lalu saya berjalan ke arah teman saya.
Sebelum saya sampai ke teman saya, Alhamdulillah.. ALLAH maha pengasih lagi maha penyayang. Banyak orang yang menghampiri dan menolong kami dari kecelakaan itu.
—————-Notes
Salam saya untuk teman saya Rudin yang ada di dalam tulisan ini. Semangat Bro, kita sudah lewati masa-masa sulit. hehehe.
—————-
bang-bang kayu runcing karang berapaan bang permeter-nya
pesen atu bang buat bangun jamban gantung…..
hahahahahahha
Nice share gan..
“Semoga kita selalu berada dalam lindunganNya”
hahaha oww kejadian wktu itu saya ingat!!!
yg pd akhirnya muka2 kalian kyk aplle yg kematengan kan?alias bonyok hihihihi
btw dtggu ya tulisan ttg sahabat yg mnjdkn sahabtnya penyemangat selalu hahahahaa
Hehe.. iyah euy, jadi inget lagi yah
Siip.. Djen…