Howdyyy… Semangat pagiiiiii sobat husnudZONE. Akhirnyaaa, bertemu lagi dengan saya
. HusnudZONE is BACK!
Pertama-tama saya ingin mengucapkan mohon maaf kepada sobat husnudZONE. Karena sudah hampir dua bulan ini saya tidak mengupdate blog ini, tidak menulis di blog ini dan tidak mehidupkan blog ini, yang otomatis edisi husnudZONE juga tidak terbit. Hehehe. Banyak juga rekan-rekan yang menanyakan kapan terbitnya edisi husnudZONE selanjutnya. Semuanya cuma saya jawab dengan senyum. Kadang juga dengan senyum-senyum kecut
Tentunya, saya berterima kasih kepada rekan-rekan yang telah menanyakan hal tersebut (khususnya sobat husnudZONE semua). Dengan menanyakan hal tersebut, otomatis rekan-rekan semua perhatian dengan blog ini. Hehehe. Piisss!
OK. Setelah permohonan maaf saya haturkan (yang moga-moga diterima yaa maafnya :d). Dalam edisi husnudZONE kali ini saya ingin membicarakan tentang ALLAH. Banyak yang bilang jangan ngomongin ALLAH. Pamali!
Eiiits…, tapi jangan salah dulu. Ngomongin disini tentunya bermakna positif looh. Coba kita ambil contoh dari Asmaul Husna yang menjadi sifat-sifatNYA. Bila ALLAH saja menerangkan Asmaul Husna yang menjadi sifat-sifatNYA dalam Al-Quran. Maka ALLAH juga ingin kita membicarakanNYA. Bukan begitu sobat?
Membicarakan apa yang DIA benci, membicarakan apa yang DIA sukai dan tentu saja membicarakan sifat-sifat mutlak yang DIA miliki yaitu Asmaul Husna.
Naah, jadi boleh doong sekarang kita mulai ngomongin ALLAH?
Yuk, kita mulaaaaii!!
Kita mulai dengan beberapa rangkuman cerita yang saya alami yang tentunya sarat akan campur tangan ALLAH di dalamnya.
.
Sang Pemecah Masalah
Beberapa waktu yang lalu saya mendapatkan masalah di kantor tempat saya bekerja. Masalah itu timbul karena sistem di kantor tempat saya bekerja mengalami masalah. Dampak terburuknya, apabila saya tidak bisa memecahkan masalah tersebut dan mencarikan solusinya, sudah pasti saya terancam dipecat dari tempat saya bekerja. Selain itu saya juga harus membayarkan sejumlah uang ganti rugi kepada client kantor saya yang telah dirugikan akibat bermasalahnya sistem tersebut.
Nah, salah satu sifat yang kurang baik yang saya miliki adalah saya terlalu larut dalam masalah yang saya hadapi. Ya, masalah apapun itu.
Ketika saya menghadapi masalah yang saya anggap serius. Jangankan untuk menikmati makanan yang saya makan bahkan untuk tidur pun tidak akan nyeyak (Jangan di tiru yaa.. :p)
Masalah itu pun membuat saya tidak bisa melakukan pekerjaan sehari-hari dengan optimal. Masalah itu benar-benar membebani pikiran saya.
Dalam situasi seperti ini, saya memohon kepadaNYA, agar diberikan kemudahan, ketenangan dan juga petunjuk untuk bisa menyelesaikan masalah ini dengan baik.
Ajaibnya, hanya dalam waktu beberapa hari saya mendapatkan solusi yang pada awalnya saya anggap hal itu tidak mungkin bisa menjadi solusi. Tetapi nyatanya sesuatu hal itu yang bisa menjadi solusi untuk masalah yang saya hadapi.
ALLAHU AKBAR… Saya baru menyadari ternyata memang tidak ada yang tidak mungkin bagiNYA. DIA yang menjadikan segalanya mungkin atas kehendakNYA. Hanya dengan satu kata “Kun.. Faya Kun..”
Sang Pemberi Pertolongan
Apa sobat husnudZONE masih ingat edisi husnudZONE sebelumnya? Tentang mukjizat yang saya alami TENGGELAM (Mukjizat Part#1) dan Kecelakaan (Mukjizat Part#2). Terlalu naif jika saya mengatakan dua hal tersebut tidak ada campur tanganNYA.
Ya, dari dua kejadian tersebut jelas sekali bahwa saya telah diselamatkan olehNYA, telah ditolongNYA dan ALLAH jua lah yang menghendaki hal itu saya alami. Tentu saja dua kejadian tersebut menjadi pengalaman yang sangat berharga dan tidak ternilai harganya.
Mungkin salah satu hikmah jangka panjang dari dua kejadian tersebut adalah, saat ini saya bisa menuliskan tentang dua kejadian tersebut di blog saya ini untuk membagikan dan menceritakan tentang keperkasaanNYA.
Sang Muara Terakhir
Beberapa tahun lalu saya masih bersekolah, ada seorang teman yang bertanya kepada saya, kepada siapakah cinta sejati terakhir ini kita muarakan? Dulu, saya menjawab dengan yakin “Orang tua! Terutama Ibu!”.
Tetapi kini saya yakin bahwa jawaban saat itu adalah SALAH! Mengapa demikian? Apakah orang tua tidak layak kita berikan cinta sejati yang kita miliki?
Kita tentu mempunyai Ibu yang sangat menyayangi kita bukan? Tapi, berapa banyak Ibu yang menyayangi kita telah meninggalkan kita di dunia ini?
Ya, mungkin termasuk saya yang telah ditinggalkan Ibu beberapa tahun yang lalu. Dan pertanyaan selanjutnya, lalu selepas kepergian Ibu, kemana kita harus muarakan cinta sejati ini? Bila jawabannya ke Ayah, maka pertanyaan pun akan berulang. Apabila ayah kita telah berpulang, kemana kita muarakan cinta sejati kita? Begitulah seterusnya pertanyaan itu akan muncul hingga pada akhirnya muara cinta terakhir kita akan dilabuhkan kepada sang pemilik jiwa ini.
Jadi sangatlah jelas bahwa ALLAH merupakan muara terakhir atas apa pun juga yang ada di bumi dan langitNYA. Bukan hanya cinta sejati. Namun, segalanya-galanya.
.
Selain yang saya sebut diatas, banyak keperkasaan ALLAH yang lainnya. Contohnya adalah, dengan keperkasaanNYA. Dia telah memilihkan keluarga yang bisa menjadi penyemangat (motivator) dalam mengarungi kehidupan ini.
Dengan keperkasaanNYA dia telah memilihkan pendamping hidup bagi kita untuk menjalani kehidupan ini.
Dengan keperkasaanNYA dia telah memberikan rezeki bagi kita setiap harinya.
Dengan keperkasaanNYA dia telah menggratiskan nafas untuk bebas kita hirup setiap detiknya.
Jadi, tunggu apalagi? Marilah kita menjadi hamba yang sadar akan keperkasaanNYA dan menjadi hamba yang pandai bersyukur atas keperkasaanNYA. Keperkasaan yang tiada tanding yang dimiliki sang pemilik tunggal alam semesta ini. ALLAH Azzawajallah.
Nah, cukup dulu kita ngomongin ALLAH nya yaa. Nanti kita sambung lagi di edisi berikutnya
. Semoga apa yang saya tulis ini bisa mendatangkan manfaat bagi kita semuanya.