
“PLAN is the first step before the next millions steps”
-Deni Kurniawan-
Halooooooooo sobat husnudZONE yang berbahagia. Happy Fridaaay!
. Semoga di jum’at ini sobat husnudZONE selalu bisa berfikir positif yaa, sehingga bisa melalui hari-hari dengan perilaku yang positif juga.
Nah, pada husnudZONE edisi kali ini saya akan mencoba membahas tentang “Rencana”. Karena sebagaimana kutipan diawal tulisan ini, bahwa rencana merupakan satu langkah awal sebelum jutaan langkah besar berikutnya.
.
Rencana yang baik
Banyak dari kita disetiap awal tahun pasti memiliki rencana masing-masing. Bukan hanya rencana materiil saja seperti memiliki pekerjaan baru, naik gaji, membeli gadget baru, membeli kendaraan baru, hingga membeli rumah baru.
Namun, ada juga rencana moriil yang dibuat pada saat awal tahun menjelang, seperti misalnya: rencana untuk menikah, rencana untuk memiliki buah hati, hingga rencana untuk memperbaiki sikap dan perilaku diri menjadi lebih baik dari sebelumnya.
Rencana-rencana yang saya sebutkan di atas tadi. Itu merupakan rencana-rencana baik. Tapi, tidak semua rencana itu baik atau positif. Karena seperti yang kita ketahui, bahwa banyak sekali rencana-rencana yang dibuat oleh orang-orang tertentu justru bukan untuk memajukan peradaban umat manusia namun sebaliknya, rencana-rencana yang dibuat malah untuk menghancurkan peradaban umat manusia. Seperti misalnya, rencana pemboman yang dilakukan oleh para terrorist, rencana pembunuhan, rencana menyakiti orang lain dan masih banyak lagi rencana-rencana jahat yang bisa merugikan orang atau pihak lain.
Ada suatu kisah tentang rencana baik pembukuan Al-Quran pada zaman sahabat, setelah sepeninggalan Rasullullah. Yuk, kita coba ingat-ingat lagi tentang kisah dari rencana penyusunan Al-Qur’an.
Di masa pemerintahan Khalifatur Rasul Abu Bakar ash-Shiddiq Ra, terjadi perang Yamamah yang mengakibatkan banyak sekali para huffazh (penghafal al-Qur`an) terbunuh. Akibat peristiwa tersebut, Umar bin Khaththab merasa khawatir akan hilangnya sebagian besar ayat-ayat al-Qur’an akibat wafatnya para huffazh tersebut. Maka beliau berpikir tentang pengumpulan al-Qur’an yang masih ada di lembaran-lembaran, pelepah kurma dan di tulang-tulang binatang.
Pada saat itu, Zaid bin Tsabit ra berkata:
Abu Bakar telah mengirim berita kepadaku tentang korban Perang Ahlul Yamamah. Saat itu Umar bin Khaththab berapa di sisinya.
Abu Bakar ra berkata, bahwa Umar telah datang kepadanya lalu ia berkata: “Sesungguhnya peperangan sengit terjadi di hari Yamamah dan menimpa para huffazh. Dan aku merasa khawatir dengan sengitnya peperangan terhadap para huffazh (sehingga mereka banyak yang terbunuh) di negeri itu. Dengan demikian akan hilanglah sebagian besar al-Qur’an.”
Abu Bakar berkata kepada Umar: “Bagaimana mungkin aku melakukan sesuatu yang belum pernah dilakukan oleh Rasul saw?”
Umar menjawab: “Demi Allah ini adalah sesuatu yang baik.”
Umar selalu mengulang-ulang kepada Abu Bakar hingga ALLAH memberikan kelapangan pada dada Abu Bakar tentang perkara itu. Lalu Abu Bakar berpendapat seperti apa yang dipandang oleh Umar. Yaitu menyetujui rencana pembukuan A-Qur’an.
Sehingga dari rencana tersebut, pada saat itu dimulailah jutaan langkah atau action untuk membukukan Al-Qur’an. Yang hingga saat ini alhamdulillah kita bisa membaca, mempelajari, menghafal dan mengamalkan Al-Qur’an. Subhanallaaah.
Yak, itulah suatu kisah yang bisa memaknai manfaat dari sebuah rencana baik. Jadi janganlah pernah berencana selain rencana baik yaa Sob!
.
Rencana baik, action jahat V.S Rencana jahat, action baik
Menurut sobat mana yang bagus? Rencana baik, namun action jahat atau rencana jahat, namun action baik.
Pada dasarnya kedua hal tersebut, setali tiga uang alias sama alias idem. Hehehe.
Karena rencana baik namun action jahat merupakan berlebihan alias lebaaaaay. Hehehe. dan yang harus diketahui ialah ALLAH tidak menyukai orang yang berlebih-lebihan. Seperti yang tercantum dalam Al-Qur’an surat Al-a’raf: 31
Hai anak Adam, pakailah pakaianmu yang indah di setiap (memasuki) mesjid, makan dan minumlah, dan janganlah berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan. (Al-Araf 31)
Nah, bila rencana baik namun action jahat itu merupakan Lebay atau berlebihan. Bagaimana jika rencana jahat namun action baik? Nah sob itu namanya berpura-pura baik atau bermuka dua. Kalau kata anak zaman sekarang itu namanya Munafik! Hehehe.
Semisal, orang yang menginginkan kedudukan atau jabatan yang tinggi, ia rela untuk menggadaikan keimanannya. Maka jelaslah ALLAH menerangkan dalam Quran surat Al-Baqarah: 8-10.
Diantara orang-orang itu, ada yang mengatakan: “kami beriman kepada Allah dan hari akhir.’ padahal mereka bukan orang-orang yang beriman.”
Mereka berusaha menipu Allah dan orang-orang yang beriman. Tetapi mereka tidak menipu siapa pun kecuali diri mereka sendiri. Sedangkan mereka tidak merasa.
Di dalam hati mereka terdapat penyakit, lalu Allah menambah mereka dengan penyakit, dan mereka akan menerima azab yang pedih, karena sebelum ini mereka selalu berbohong. (Al-Baqarah: 8-10)
Jadi jelas Sob, janganlah kita memiliki kedua sikap tersebut. Karena sekali lagi, rencana baik namun action jahat adalah lebay dan rencana jahat namun action baik adalah munafik. Ya, munafik!
.
Tak sesuai rencana?
Bila sudah mencanangkan rencana baik dan action yang baik juga telah dilakukan. Itu sangatlah bagus.
Namun, seiring dengan berjalannya waktu yang penuh dengan misteri. Bagaimanakah bila hasil yang kita dapatkan tidak sesuai dengan rencana?
Kita pasti akan menyesal bin putus asa. Kita pasti akan meraung-raung sejadinya (hehe.. agak lebay ya)
STOP! hal di atas tidak boleh dilakukan. Karena sesungguhnya manusia hanya bisa menjadi Planner dan Action Doer (Implementor). Sedangkan Decision Maker yang sejati hanyalah ALLAH.
Nah, bila kita sudah menyadari akan peran kita yang hanya sebagai Planner dan Action Doer. Maka, apabila segala apa yang kita dapat tidak sesuai dengan apa yang kita rencanakan dan kita usahakan.
Lebih dari itu, bila kita telah benar-benar memahami hanyalah ALLAH sang decision maker. Maka, setelah kita berencana dan berusaha kita akan melakukan satu hal lagi yakni, tawakkal.
Tawakal, ialah berserah diri kepada ALLAH atas apa yang Ia kehendaki. Tawakal disini bukan berarti tidak melakukan apa-apa Sob! Tawakal disini ialah kegiatan berserah diri setelah berencana dan berusaha.
Nah, kembali ke laptop! Hehehe. Kita kembali ke topik. Ada satu cerita tentang pengalaman pribadi saya yang saya alami beberapa hari yang lalu. Pengalaman mendapatkan hasil yang tidak sesuai dengan rencana
. Yuk, kita mulai ceritanya!
Saat ini saya sedang mempersiapkan pernikahan saya
. Hampir dari 3 bulan yang lalu saya dan calon istri mencari-cari gedung untuk acara tersebut. Sudah banyak gedung di daerah Bekasi dan sekitarnya yang telah kami datangi. Tujuannya adalah untuk survey baik dari sisi lokasinya maupun dari sisi harganya. Maklum, jiwa konsumen! Ingin sesuatu yang berkualitas namun dengan harga miring. Hehehe.
Akhirnya, setelah mendatangi banyak tempat kami mendapatkan sebuah masjid dengan aula yang lumayan cukup untuk acara pernikahan kami. Kami cukup senang karena kami juga mendapatkan tempat tersebut di tanggal yang kami mau.
Setelah deal dengan harga dan fasilitas yang kami dapatkan, kami memberikan uang DP untuk booking tempat tersebut. Kami membooking tempat tersebut untuk dua tanggal yang masih tentatif. Karena kami masih menunggu keputusan pertemuan keluarga untuk menentukan tanggal pernikahan kami.
Pertemuan keluarga pun telah berlangsung dan menyepakati sebuah tanggal untuk pernikahan kami. Sesuai dengan tanggal tentatif yang kami pilihkan.
Nah, beberapa hari yang lalu kami berencana untuk melunasi pembayaran tempat tersebut. Karena kami telah memiliki tanggal yang telah disepakati.
Namun, yes…, di tanggal tersebut telah ada yang membooking dan bahkan telah membayar lunas. Hehehe. Sehingga pernikahan kami pun terancam diundur.
Kami pun berdiskusi dengan keluarga tentang masalah ini. Alhamdulillah, kami mendapatkan solusi. Memang solusi itu tidak begitu win-win. Tapi kami berdua merasa senang karena tanggal pernikahan kami ternyata maju 1 hari dari yang kami rencanakan. Dengan begitu lebih cepat juga kami berdua berbahagia
Nah, dari kejadian tersebut ada satu hikmah. Mungkin saya dan calon istri saya telah mempunyai rencana tanggal pernikahan untuk kami. Namun mungkin ALLAH sebagai decision maker telah memilihkan langsung tanggal pernikahan untuk kami. Subhanallah
Tidak hanya itu saja, lewat kejadian tersebut. Tanpa kami rencanakan kami sekeluarga bisa liburan dan rekreasi ke Ancol. Hehehe. Nih fotonya saya perlihatkan.

So, bila apa yang kita dapatkan tidak sesuai rencana. Maka tersenyumlah dan berbahagialah Sob! Siapa tahu mungkin karena rencana yang tidak sesuai bisa berlibur ke Ancol bareng keluarga
.
Rencana ALLAH paling baik
Seperti apa yang telah dibahas di atas. Kita boleh saja mempunyai rencana. Baik itu rencana jangka pendek, jangka menengah ataupun jangka panjang.
Namun, sekali lagi yang harus di ingat ialah kita sebagai hambaNYA hanyalah seorang Planner dan Action Doer. Ada Decision maker yang akan menentukan segala keputusan atas apapun.
Rencana kita bisa saja baik menurut kita. Tapi ingatlah sobat bahwa bukan baik yang kita butuhkan, namun yang terbaik lah yang kita butuhkan. Dan rencana yang paling baik hanyalah dimiliki oleh sang maha berencana. ALLAH Azzawajalla.
Yak, cukup dulu untuk edisi kali ini. Semoga bermanfaat yaa untuk para sobat husnudZONE yang berada dimanapun. Selalu sehat dan tetap husnudZONE yaa Sob!
- Deni Kurniawan
Nice Gan…..
Wooww kabar gembira nih ya…
Semoga lancar Bang bro…
senangnya…
BARAKALLAHU LAKA WA BARAKA ‘ALAIKA
Karena kuasa untuk mengetahui yang terbaik ada pada Dia yang mengetahi segala rencana dalam hidup kita. Kita melakukan apa yang menjadi bagian kita dan Dia melakukan apa yang menjadi bagianNya, maka segala sesuatu menjadi indah. Amin
very good entry
waaahh… semoga menjadi keluarga yang sakinah mawardahwarohmah…
keren gan….!
jadi kapan tanggalnya nihh
??
@SAYANA & oco: Thanks yaa atas doanya. Insya ALLAH secepatnya. Ditungguin undangannya ajah ya