<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>husnudZONE</title>
	<atom:link href="http://denikurniawan.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://denikurniawan.wordpress.com</link>
	<description>Zona Para Generasi Husnudzan</description>
	<lastBuildDate>Fri, 09 Dec 2011 08:19:16 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='denikurniawan.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://0.gravatar.com/blavatar/cbb7a09b974171ae961bb0c812a279d8?s=96&#038;d=http%3A%2F%2Fs2.wp.com%2Fi%2Fbuttonw-com.png</url>
		<title>husnudZONE</title>
		<link>http://denikurniawan.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://denikurniawan.wordpress.com/osd.xml" title="husnudZONE" />
	<atom:link rel='hub' href='http://denikurniawan.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>HusnudZoo!</title>
		<link>http://denikurniawan.wordpress.com/2011/10/27/husnudzoo/</link>
		<comments>http://denikurniawan.wordpress.com/2011/10/27/husnudzoo/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 27 Oct 2011 05:10:29 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Deni Kurniawan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Excellence Life]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://denikurniawan.wordpress.com/?p=677</guid>
		<description><![CDATA[Zoo? Yak, betul sekali! Kebun binatang. Kebun dimana banyak binatang-binatangnya. Exactly, as you think! Pastinya sobat pernah berkunjung ke kebun binatang kan? Apalagi bagi sobat yang berdomisili di daerah yang lumayan dekat dengan kebun binatang. Mungkin setiap hari kesana. Itu baru kemungkinan yang saya buat-buat loh. Hehehe. Tapi jangan salah sob! Ada loh orang yang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=denikurniawan.wordpress.com&amp;blog=7783017&amp;post=677&amp;subd=denikurniawan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;">Zoo? Yak, betul sekali! Kebun binatang. Kebun dimana banyak binatang-binatangnya. <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' />  <em>Exactly, as you think!</em></p>
<p style="text-align:justify;">Pastinya sobat pernah berkunjung ke kebun binatang kan? Apalagi bagi sobat yang berdomisili di daerah yang lumayan dekat dengan kebun binatang. Mungkin setiap hari kesana. Itu baru kemungkinan yang saya buat-buat loh. Hehehe. Tapi jangan salah sob! Ada loh orang yang setiap hari ke kebun binatang alias zoo. Yak, benar sekali! Mereka-mereka adalah para karyawan yang bekerja disana.</p>
<p style="text-align:justify;">Saya tidak tahu apa latar belakang sobat semua datang dan menjelajahi kebun binatang. Tapi yang pasti salah satu alasan sobat pergi kesana untuk melihat binatang kan. Bukan melihat saya. <em>Husss!</em> :p</p>
<p style="text-align:justify;">Naah, sekarang saya sedang menuju kesana nih. Tepatnya kebun binatang ragunan Jakarta. Mengapa saya memilih berkunjung ke kebun binatang ragunan Jakarta, tidak ke China town (Singapore) atau ke New York (US)? Karena saya ingin menyukseskan program visit Indonesia 2011. <em>Hehehe. Hidup Indonesia!</em></p>
<p style="text-align:justify;">Saat saya sedang menulis ini. Saya berpikir hikmah apa yaa yang akan saya dapatkan dari mengunjungi makhluk ALLAH yang bernama binatang itu? Apa mungkin nanti saya disana akan bisa melihat binatang-binatang yang tidak hanya langka. Namun juga binatang yang aneh misalnya unicorn berbulu domba gitu. Atau malah pegasus. Lengkap dengan sayapnya yang bagus! <em>I hope so! Hey Pegasus wait me there <img src='http://s2.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_razz.gif' alt=':P' class='wp-smiley' /> </em></p>
<p style="text-align:justify;">Tapi kondisi saat ini macet sekali. Diluar mobil juga panas sekali. Enaknya sambil nunggu sampai di tempat yang kita tuju, kita jalan-jalan dulu nih. <em>Yes,</em> jalan-jalan ke alam mimpi. Alias bobo <img src='http://s2.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_razz.gif' alt=':P' class='wp-smiley' /> </p>
<p style="text-align:justify;">Oke deh sobat husnudZONE. Saya tamasya ke alam mimpi dulu yaa. Nanti kita sambung lagi setelah saya sampai di Zoo. <em>(-__-)Zzzzz.</em></p>
<p style="text-align:justify;">.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>So Hot!</strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong></strong>Kesan pertama setelah saya berhasil membeli tiket masuk kebun binatang adalah, <em>Puanasse puoooool!</em> Bener sobat husnudZONE panas banget. Saya baru mengerti kenapa beruang kutub tidak ada di kebun binatang ragunan ini. Hehehe.</p>
<p style="text-align:justify;">Sepertinya saya salah waktu nih datang kesini. Datang di musim kemarau saat siang hari yang matahari lagi lucu-lucunya. Hiks. <em>But no problemo.</em> Tetap semangaaaat!</p>
<p style="text-align:justify;">Awalnya, saya penasaran dengan pegasus dan unicorn yang tadi saya impikan bertemu dengan mereka saat diperjalanan tadi. Saya berpikir mungkin panas ini tidak akan begitu terasa bila bisa bertemu dengan mereka disini. Tapi kayanya itu harapan kosong yaa, sekosong tong yang nyaring bunyinya. Terus tong itu <em>dipukul-pukulin</em> oleh anak kecil. Hehehe. <em>Ngawuuur.</em></p>
<p style="text-align:justify;">Kalau saja saya terbuat dari es krim. Mungkin saat ini saya sudah meleleh nih. Alhamdulillahnya saya terbuat dari saripati tanah. Jadi kena panas begini udah biasa. Thanks ALLAH for your decision to created me from the selected ingredient <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p style="text-align:justify;">Terlepas dari panas yang membekap. Ada satu hal yang menarik yaitu, pintu gerbang dari kebun binatang ini. Pintu gerbangnya unik. Berbentuk seperti sepasang burung yang saling berhadapan seolah-olah menyambut kedatangan para pengunjung,  <em>included me.</em></p>
<p style="text-align:justify;">Oke, kita mulai bertamasyanya yuk Sob! <em>Hopefully i get awesome experience.</em></p>
<p style="text-align:justify;">.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>How Are You, Bear? </strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong></strong>Yak, kandang yang pertama yang saya kunjungi adalah kandang beruang. Yihaaa, senangnya bisa bertemu dengan oom bear yang menggemaskan!</p>
<p style="text-align:justify;">Saya tidak mau melewatkan moment ini tanpa memotret oom bear ini. Alhasil, episode motret-memotret pun berlangsung dengan seru. Nih saya perlihatkan sebagian dari foto-foto oom bear yang sedang berlaga bak foto model hollywood <img src='http://s2.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_razz.gif' alt=':P' class='wp-smiley' /> . <em>Check this out!</em></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="text-decoration:underline;color:#ff0000;"><a href="http://denikurniawan.files.wordpress.com/2011/10/img00149-20110517-1238.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-688" title="IMG00149-20110517-1238" src="http://denikurniawan.files.wordpress.com/2011/10/img00149-20110517-1238-e1319639938369.jpg?w=500&#038;h=494" alt="" width="500" height="494" /></a></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="text-decoration:underline;color:#ff0000;"><a href="http://denikurniawan.files.wordpress.com/2011/10/img00155-20110517-1247-e1319640198398.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-689" title="IMG00155-20110517-1247" src="http://denikurniawan.files.wordpress.com/2011/10/img00155-20110517-1247-e1319640198398.jpg?w=500&#038;h=382" alt="" width="500" height="382" /></a></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="text-decoration:underline;color:#ff0000;"><a href="http://denikurniawan.files.wordpress.com/2011/10/img00150-20110517-1239.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-690" title="IMG00150-20110517-1239" src="http://denikurniawan.files.wordpress.com/2011/10/img00150-20110517-1239.jpg?w=500&#038;h=375" alt="" width="500" height="375" /></a> </span><em>(Waah, koq ada foto calon istri saya? Ya iyalah, saya kan perginya bareng dia. Hehehe)</em></p>
<p style="text-align:justify;">Asyik kan Sob? Lumayan lah bisa juga melihat bruang berjalan dengan badannya yang gempal dan terlihat agak lunak. Jadi, terlihat agak susah berjalannya namun tetap teratur.</p>
<p style="text-align:justify;">Nah, coba <em>direnungin</em> nih Sob. Setelah melihat sedikit foto-foto oom bear. Apa yang sobat rasakan bila melihat makhluk hidup lain yang diciptakan ALLAH seperti oom bear?</p>
<p style="text-align:justify;"><em>Yes, feeling so luck, right?</em> Merasa beruntung ALLAH menciptakan kita sebagai manusia. Karena manusia adalah khalifah di muka bumiNya ini. <em>So lucky of us.</em></p>
<p style="text-align:justify;">Karena memang manusia adalah makhlukNya yang paling sempurna. Karena hanya manusia yang mempunyai akal dan pikiran. Sehingga kita memiliki jiwa <em>Al-Furqon</em>. Yak, dengan akal dan pikiran yang kita miliki sebagai manusia. Kita seharusnya bisa membedakan yang mana yang baik dan yang mana yang buruk, yang mana yang bathil dan yang mana yang Hak.</p>
<p style="text-align:justify;">Seperti yang Ia katakan dan Ia abadikan dalam Al-Quran, surah Al-Isra ayat 70:</p>
<blockquote>
<p style="text-align:justify;"><em>“Dan sungguh, Kami telah memuliakan anak cucu Adam, dan Kami angkut mereka di darat dan di laut, dan Kami beri mereka rezeki dari yang baik-baik dan Kami lebihkan mereka di atas banyak makhluk yang Kami ciptakan dengan kelebihan yang sempurna” <strong>(Q.S:17:70)</strong></em></p>
</blockquote>
<p style="text-align:justify;"><em><strong></strong>Absolutely Right! We are as human, so special and more perfect than other.</em></p>
<p style="text-align:justify;">Satu lagi nih Sob. Kita semua pasti punya impian kan? Ambil contoh, saat kita masih diusia anak-anak, pasti kita mempunyai sebuah cita-cita kan? Kita akan menjawab dengan sebuah profesi saat Bu guru bertanya tentang cita-cita kita. Mungkin dokter, pilot, insinyur atau bahkan arsitek. Kalau dulu, saya menjawab menjadi pemain sepakbola. Hehehe</p>
<p style="text-align:justify;">Nah, pertanyaan selanjutnya, apakah oom bear bisa menjawab saat ditanya pertanyaan tentang cita-cita tersebut? Hehe. Pasti tidak bisa kan.</p>
<p style="text-align:justify;">Itulah salah satu hal yang membuat kita lebih sempurna dari pada oom bear, paman bird, kakek komodo atau bahkan kak gajah sekalipun. <img src='http://s2.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_razz.gif' alt=':P' class='wp-smiley' /> </p>
<p style="text-align:justify;">.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>I wanna fly like a bird </strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong></strong>Setelah puas main-main sama oom bear. Saya langsung menuju ke kandang paman bird. Kesan pertama yang saya rasakan adalah syahdu. Yap, syahdu mendengar kicauan burung-burung yang merdu. Rasanya seperti lupa dengan panas yang tadi membekap. Kicauan-kicauannya seolah saling melengkapi kicauan lainnya. Menyatu. Indah berkolaborasi dengan lingkungan kebun binatang ini. <em>Sounds Great!</em></p>
<p style="text-align:justify;">Saya tidak heran mengapa lagu berjudul &#8220;I Believe I Can Fly&#8221; begitu terkenal. Terkadang saat saya sedang di dalam bus kota, tiba-tiba saja terdengar lagu tersebut dari handphone penumpang lainnya sebagai ringtone. Bahkan lagu itu sudah dinyanyikan ulang oleh berbagai artis mancanegara dengan nuansa dan style mereka masing-masing.</p>
<p style="text-align:justify;">Bila kita membicarakan tentang lagu tersebut pasti kita tahu maknanya kan? Yes, sebuah lagu yang menginpirasi banyak orang-orang tentang indahnya terbang di angkasa. Indahnya melihat bumi dari ketinggian dan indahnya berada di langit tanpa menginjak bumi.</p>
<p style="text-align:justify;">Sejatinya, kita sebagai manusia biasa memang tidak mempunyai sayap sekuat paman bird. Tetapi karena kuasaNya, kita diberikan akal dan pemikiran untuk bisa sampai ke angkasa dan menjelajahinya. Dengan akal dan pikiran yang dianugrahkanNya kita bisa menciptakan sebuah pesawat. Pesawat itulah yang digunakan oleh kita untuk sampai ke angkasa dan menjelajahinya.</p>
<p style="text-align:justify;">Tidak hanya itu, ingat dengan pesawat ulang-alik, roket atau pesawat luar angkasa lainnya? Tentu saja itu bukan ciptaan paman bird atau oom bear kan? Exactly! Itu adalah ciptaan khalifah di muka bumi ini. Manusia.</p>
<p style="text-align:justify;">So, jangan iri yaa sob sama paman bird. Karena paman bird hanya bisa terbang sampai ke angkasa. Sedangkan kita bukan hanya sampai ke angkasa bahkan kita bisa terbang sampai keluar angkasa dan menjelajahinya.</p>
<p style="text-align:justify;">Masih gak percaya Sob? Nih buktinya saya perlihatkan fotonya:</p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#ff0000;"><span style="text-decoration:underline;"><a href="http://denikurniawan.files.wordpress.com/2011/10/astronout.gif"><img class="aligncenter size-full wp-image-691" title="astronout" src="http://denikurniawan.files.wordpress.com/2011/10/astronout.gif?w=500" alt=""   /></a></span></span></p>
<p style="text-align:justify;">.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Elephant Strongness </strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong></strong>Setelah melakukan lawatan ke oom bear dan paman bird. Lawatan selanjutnya adalah ke Kak gajah. <em>The biggest animal in here!</em></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#ff0000;"><span style="text-decoration:underline;"><a href="http://denikurniawan.files.wordpress.com/2011/10/me-n-0400.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-692" title="Elephant stronger" src="http://denikurniawan.files.wordpress.com/2011/10/me-n-0400-e1319642567545.jpg?w=500&#038;h=449" alt="" width="500" height="449" /></a> </span></span></p>
<p style="text-align:justify;"><em>Howdy Kak gajaaaah!</em> Semoga dalam keadaaan yang baik-baik saja ya Kak. Hehehe.</p>
<p style="text-align:justify;">Yak, satu pertanyaan saya untuk sobat semua. Apa yang sobat pikirkan ketika pertama kali melihat gajah?</p>
<p style="text-align:justify;">Besar. Kuat. Gemuk. Belalainya panjang. Yes, semua benar. Kak Gajah memang diidentikkan dengan semua hal yang tadi sobat semua sebutkan. Itu semua adalah kelebihan Kak gajah.</p>
<p style="text-align:justify;">Saking kuatnya kak gajah, bahkan ada dari sebagian kita yang juga iri dengan kelebihan tersebut. Kadang kita ingin menjadi kuat seperti gajah. Bahkan melebihinya.</p>
<p style="text-align:justify;">Tapi ingatkah Sob! Bahwasannya kekuatan tak selamanya menjadi pemenang. Kadang dalam banyak kasus si kuat dikalahkan oleh si lemah.</p>
<p style="text-align:justify;">Dulu sewaktu saya kecil, saya sering menimpuki seprai yang sedang dijemur oleh almarhumah Ibu saya dengan batu (Jangan ditiru yaa. Hehehe). Ada satu pelajaran yang bisa saya ambil. Bahwa sekuat apa pun batu yang saya lemparkan tidak pernah bisa menembus seprai yang dijemur itu. <em>Trush me! </em>Bila tidak percaya silahkan dicoba. Hehehe</p>
<p style="text-align:justify;">Mengapa hal itu bisa terjadi Sob? Mari kita analisa bersama.</p>
<p style="text-align:justify;">Pertama, sifat batu adalah solit, kuat dan keras. Kedua, sifat sprai adalah halus dan lembut.</p>
<p style="text-align:justify;">Idealnya kuat mengalahkan yang lemah kan? Tapi nyatanya batu itu tak pernah sekalipun menembus sprai itu. Batu itu hanya menabrak sprai dan jatuh tepat di bawah sprai itu tanpa terpental ataupun menembus.</p>
<p style="text-align:justify;">TEREDAM? Yak, benar sekali Sob! Sprai yang lemah mampu meredam kekuatan si batu. Bukan melawannya.</p>
<p style="text-align:justify;">Saat batu dilemparkan batu meluncur dengan kekuatan tertentu menabrak sprai tersebut. Namun, yang dilakukan sprai itu bukan melawan luncurkan batu itu. Sprai itu melemahkan dirinya hingga pada periode waktu tertentu kekuatan luncurkan batu yang menabrak sprai  menjadi klimaks dan seketika setelah itu menjadi anti-klimaks. Sprai hanya bergerak mundur (melemahkan diri) untuk meredam kekuatan batu.</p>
<p style="text-align:justify;">Nah, dari pengalaman saya masa kecil. Terlihat jelas bahwa apabila kekuatan dilawan dengan kekuatan akan patah jadinya.</p>
<p style="text-align:justify;">So, mulai sekarang janganlah iri dengan kekuatan Kak gajah. Karena kekuatan fisik bukanlah segalanya. Namun kekuatan hati untuk terus istiqomah menggapai ridho-Nya adalah yang paling utama.</p>
<p style="text-align:justify;">.</p>
<p style="text-align:justify;">Waduuuh, tak terasa matahari sudah hampir condong ke barat. Sayang sekali saya harus bergegas pulang nih. Padahal saya masih ingin belajar dari teman-teman binatang yang ada disini nih. Tapi mengingat perjalanan yang harus saya tempuh lumayan jauh Sob. Ragunan-Bekasi. Hehehe. Jadi mau gak mau harus pulang deh. Tapi tetep semangat Sob! Karena hari ini banyak pelajaran yang bisa diambil dari binatang-binatang yang ada di kebun binatang ini.</p>
<p style="text-align:justify;"><em>Thanks oom bear, paman bird dan Kak gajah. Sampai ketemu lagi. I will miss u guys. Hopefully i can meet them with my `little family` later.</em></p>
<p style="text-align:justify;">- Deni Kurniawan</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/denikurniawan.wordpress.com/677/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/denikurniawan.wordpress.com/677/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/denikurniawan.wordpress.com/677/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/denikurniawan.wordpress.com/677/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/denikurniawan.wordpress.com/677/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/denikurniawan.wordpress.com/677/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/denikurniawan.wordpress.com/677/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/denikurniawan.wordpress.com/677/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/denikurniawan.wordpress.com/677/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/denikurniawan.wordpress.com/677/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/denikurniawan.wordpress.com/677/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/denikurniawan.wordpress.com/677/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/denikurniawan.wordpress.com/677/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/denikurniawan.wordpress.com/677/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=denikurniawan.wordpress.com&amp;blog=7783017&amp;post=677&amp;subd=denikurniawan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://denikurniawan.wordpress.com/2011/10/27/husnudzoo/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/1da1cdfbc632eb42d1d2f45d73aee297?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F1.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Deni Kurniawan</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://denikurniawan.files.wordpress.com/2011/10/img00149-20110517-1238-e1319639938369.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">IMG00149-20110517-1238</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://denikurniawan.files.wordpress.com/2011/10/img00155-20110517-1247-e1319640198398.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">IMG00155-20110517-1247</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://denikurniawan.files.wordpress.com/2011/10/img00150-20110517-1239.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">IMG00150-20110517-1239</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://denikurniawan.files.wordpress.com/2011/10/astronout.gif" medium="image">
			<media:title type="html">astronout</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://denikurniawan.files.wordpress.com/2011/10/me-n-0400-e1319642567545.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Elephant stronger</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Tidak Sesuai Rencana?</title>
		<link>http://denikurniawan.wordpress.com/2011/10/09/tidak-sesuai-rencana/</link>
		<comments>http://denikurniawan.wordpress.com/2011/10/09/tidak-sesuai-rencana/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 09 Oct 2011 06:46:31 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Deni Kurniawan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Excellence Life]]></category>
		<category><![CDATA[good plan]]></category>
		<category><![CDATA[husnudzan]]></category>
		<category><![CDATA[husnudZONE]]></category>
		<category><![CDATA[plan]]></category>
		<category><![CDATA[rencana]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://denikurniawan.wordpress.com/?p=649</guid>
		<description><![CDATA[&#8220;PLAN is the first step before the next millions steps&#8221; -Deni Kurniawan- Halooooooooo sobat husnudZONE yang berbahagia. Happy Fridaaay! . Semoga di jum&#8217;at ini sobat husnudZONE selalu bisa berfikir positif yaa, sehingga bisa melalui hari-hari dengan perilaku yang positif juga. Nah, pada husnudZONE edisi kali ini saya akan mencoba membahas tentang &#8220;Rencana&#8221;. Karena sebagaimana kutipan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=denikurniawan.wordpress.com&amp;blog=7783017&amp;post=649&amp;subd=denikurniawan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:center;"><span style="color:#0000ff;"><strong><img class="aligncenter size-full wp-image-657" title="action-plan" src="http://denikurniawan.files.wordpress.com/2011/10/action-plan.jpg?w=500" alt=""   /><br />
&#8220;PLAN is the first step before the next millions steps&#8221;</strong></span><br />
<span style="color:#0000ff;"> -Deni Kurniawan-</span></p>
<p style="text-align:justify;">Halooooooooo sobat husnudZONE yang berbahagia. Happy Fridaaay! <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> . Semoga di jum&#8217;at ini sobat husnudZONE selalu bisa berfikir positif yaa, sehingga bisa melalui hari-hari dengan perilaku yang positif juga.</p>
<p style="text-align:justify;">Nah, pada husnudZONE edisi kali ini saya akan mencoba membahas tentang <strong>&#8220;Rencana&#8221;</strong>. Karena sebagaimana kutipan diawal tulisan ini, bahwa rencana merupakan satu langkah awal sebelum jutaan langkah besar berikutnya.</p>
<p style="text-align:justify;">.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Rencana yang baik<br />
</strong>Banyak dari kita disetiap awal tahun pasti memiliki rencana masing-masing. Bukan hanya rencana materiil saja seperti memiliki pekerjaan baru, naik gaji, membeli gadget baru, membeli kendaraan baru, hingga membeli rumah baru<strong>.</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Namun, ada juga rencana moriil yang dibuat pada saat awal tahun menjelang, seperti misalnya: rencana untuk menikah, rencana untuk memiliki buah hati, hingga rencana untuk memperbaiki sikap dan perilaku diri menjadi lebih baik dari sebelumnya<strong>.<br />
</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Rencana-rencana yang saya sebutkan di atas tadi. Itu merupakan rencana-rencana baik. Tapi, tidak semua rencana itu baik atau positif. Karena seperti yang kita ketahui, bahwa banyak sekali rencana-rencana yang dibuat oleh orang-orang tertentu justru bukan untuk memajukan peradaban umat manusia namun sebaliknya, rencana-rencana yang dibuat malah untuk menghancurkan peradaban umat manusia. Seperti misalnya, rencana pemboman yang dilakukan oleh para terrorist, rencana pembunuhan, rencana menyakiti orang lain dan masih banyak lagi rencana-rencana jahat yang bisa merugikan orang atau pihak lain.</p>
<p style="text-align:justify;">Ada suatu kisah tentang rencana baik pembukuan Al-Quran pada zaman sahabat, setelah sepeninggalan Rasullullah. Yuk, kita coba ingat-ingat lagi tentang kisah dari rencana penyusunan Al-Qur&#8217;an.</p>
<p style="text-align:justify;">Di masa pemerintahan Khalifatur Rasul <strong>Abu Bakar ash-Shiddiq</strong> <strong>Ra</strong>, terjadi perang Yamamah yang mengakibatkan banyak sekali para huffazh (penghafal al-Qur`an) terbunuh. Akibat peristiwa tersebut, Umar bin Khaththab merasa khawatir akan hilangnya sebagian besar ayat-ayat al-Qur&#8217;an akibat wafatnya para huffazh tersebut. Maka beliau berpikir tentang pengumpulan al-Qur&#8217;an yang masih ada di lembaran-lembaran, pelepah kurma dan di tulang-tulang binatang.</p>
<p style="text-align:justify;">Pada saat itu, <strong>Zaid bin Tsabit</strong> <strong>ra</strong> berkata:</p>
<p style="text-align:justify;">Abu Bakar telah mengirim berita kepadaku tentang korban Perang Ahlul Yamamah. Saat itu <strong>Umar bin Khaththab</strong> berapa di sisinya.</p>
<p style="text-align:justify;">Abu Bakar ra berkata, bahwa Umar telah datang kepadanya lalu ia berkata: “Sesungguhnya peperangan sengit terjadi di hari Yamamah dan menimpa para huffazh. Dan aku merasa khawatir dengan sengitnya peperangan terhadap para huffazh (sehingga mereka banyak yang terbunuh) di negeri itu. Dengan demikian akan hilanglah sebagian besar al-Qur&#8217;an.”</p>
<p style="text-align:justify;"><strong><em>Abu Bakar berkata kepada Umar: “Bagaimana mungkin aku melakukan sesuatu yang belum pernah dilakukan oleh Rasul saw?”</em></strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong><em>Umar menjawab: “Demi Allah ini adalah sesuatu yang baik.”</em></strong></p>
<p style="text-align:justify;">Umar selalu mengulang-ulang kepada Abu Bakar hingga ALLAH memberikan kelapangan pada dada Abu Bakar tentang perkara itu. Lalu Abu Bakar berpendapat seperti apa yang dipandang oleh Umar. Yaitu menyetujui rencana pembukuan A-Qur&#8217;an.</p>
<p style="text-align:justify;">Sehingga dari rencana tersebut, pada saat itu dimulailah jutaan langkah atau <em>action</em> untuk membukukan Al-Qur&#8217;an. Yang hingga saat ini alhamdulillah kita bisa membaca, mempelajari, menghafal dan mengamalkan Al-Qur&#8217;an. <strong>Subhanallaaah</strong>.</p>
<p style="text-align:justify;">Yak, itulah suatu kisah yang bisa memaknai manfaat dari sebuah rencana baik. Jadi janganlah pernah berencana selain rencana baik yaa Sob! <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<p style="text-align:justify;">.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Rencana baik, action jahat V.S Rencana jahat, action baik</strong><br />
Menurut sobat mana yang bagus? Rencana baik, namun action jahat atau rencana jahat, namun action baik.</p>
<p style="text-align:justify;">Pada dasarnya kedua hal tersebut, setali tiga uang alias sama alias idem. Hehehe.</p>
<p style="text-align:justify;">Karena rencana baik namun action jahat merupakan berlebihan alias lebaaaaay. Hehehe. dan yang harus diketahui ialah ALLAH tidak menyukai orang yang berlebih-lebihan. Seperti yang tercantum dalam Al-Qur&#8217;an surat Al-a&#8217;raf: 31</p>
<blockquote><p>Hai anak Adam, pakailah pakaianmu yang indah di setiap (memasuki) mesjid, makan dan minumlah, dan janganlah berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan. <strong>(Al-Araf 31)</strong></p></blockquote>
<p style="text-align:justify;">Nah, bila rencana baik namun action jahat itu merupakan Lebay atau berlebihan. Bagaimana jika rencana jahat namun action baik? Nah sob itu namanya berpura-pura baik atau bermuka dua. Kalau kata anak zaman sekarang itu namanya Munafik! Hehehe.</p>
<p style="text-align:justify;">Semisal, orang yang menginginkan kedudukan atau jabatan yang tinggi, ia rela untuk menggadaikan keimanannya. Maka jelaslah ALLAH menerangkan dalam Quran surat Al-Baqarah: 8-10.</p>
<blockquote><p>Diantara orang-orang itu, ada yang mengatakan: &#8220;kami beriman kepada Allah dan hari akhir.&#8217; padahal mereka bukan orang-orang yang beriman.&#8221;<br />
Mereka berusaha menipu Allah dan orang-orang yang beriman. Tetapi mereka tidak menipu siapa pun kecuali diri mereka sendiri. Sedangkan mereka tidak merasa.<br />
Di dalam hati mereka terdapat penyakit, lalu Allah menambah mereka dengan penyakit, dan mereka akan menerima azab yang pedih, karena sebelum ini mereka selalu berbohong. <strong>(Al-Baqarah: 8-10)</strong></p></blockquote>
<p style="text-align:justify;">Jadi jelas Sob, janganlah kita memiliki kedua sikap tersebut. Karena sekali lagi, rencana baik namun action jahat adalah lebay dan rencana jahat namun action baik adalah munafik. Ya, munafik!</p>
<p style="text-align:justify;">.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Tak sesuai rencana?<br />
</strong>Bila sudah mencanangkan rencana baik dan action yang baik juga telah dilakukan. Itu sangatlah bagus.</p>
<p style="text-align:justify;">Namun, seiring dengan berjalannya waktu yang penuh dengan misteri. Bagaimanakah bila hasil yang kita dapatkan tidak sesuai dengan rencana?</p>
<p style="text-align:justify;">Kita pasti akan menyesal bin putus asa. Kita pasti akan meraung-raung sejadinya (hehe.. agak lebay ya) <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<p style="text-align:justify;">STOP! hal di atas tidak boleh dilakukan. Karena sesungguhnya manusia hanya bisa menjadi <em>Planner</em> dan <em>Action Doer</em> (Implementor). Sedangkan <em>Decision Maker</em> yang sejati hanyalah ALLAH.</p>
<p style="text-align:justify;">Nah, bila kita sudah menyadari akan peran kita yang hanya sebagai Planner dan Action Doer. Maka, apabila segala apa yang kita dapat tidak sesuai dengan apa yang kita rencanakan dan kita usahakan.</p>
<p style="text-align:justify;">Lebih dari itu, bila kita telah benar-benar memahami hanyalah ALLAH sang decision maker. Maka, setelah kita berencana dan berusaha kita akan melakukan satu hal lagi yakni, tawakkal.</p>
<p style="text-align:justify;">Tawakal, ialah berserah diri kepada ALLAH atas apa yang Ia kehendaki. Tawakal disini bukan berarti tidak melakukan apa-apa Sob! Tawakal disini ialah kegiatan berserah diri setelah berencana dan berusaha.</p>
<p style="text-align:justify;">Nah, kembali ke laptop! Hehehe. Kita kembali ke topik. Ada satu cerita tentang pengalaman pribadi saya yang saya alami beberapa hari yang lalu. Pengalaman mendapatkan hasil yang tidak sesuai dengan rencana <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> . Yuk, kita mulai ceritanya!</p>
<p style="text-align:justify;">Saat ini saya sedang mempersiapkan pernikahan saya <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> . Hampir dari 3 bulan yang lalu saya dan calon istri mencari-cari gedung untuk acara tersebut. Sudah banyak gedung di daerah Bekasi dan sekitarnya yang telah kami datangi. Tujuannya adalah untuk survey baik dari sisi lokasinya maupun dari sisi harganya. Maklum, jiwa konsumen! Ingin sesuatu yang berkualitas namun dengan harga miring. Hehehe.</p>
<p style="text-align:justify;">Akhirnya, setelah mendatangi banyak tempat kami mendapatkan sebuah masjid dengan aula yang lumayan cukup untuk acara pernikahan kami. Kami cukup senang karena kami juga mendapatkan tempat tersebut di tanggal yang kami mau.</p>
<p style="text-align:justify;">Setelah deal dengan harga dan fasilitas yang kami dapatkan, kami memberikan uang DP untuk booking tempat tersebut. Kami membooking tempat tersebut untuk dua tanggal yang masih tentatif. Karena kami masih menunggu keputusan pertemuan keluarga untuk menentukan tanggal pernikahan kami.</p>
<p style="text-align:justify;">Pertemuan keluarga pun telah berlangsung dan menyepakati sebuah tanggal untuk pernikahan kami. Sesuai dengan tanggal tentatif yang kami pilihkan.</p>
<p style="text-align:justify;">Nah, beberapa hari yang lalu kami berencana untuk melunasi pembayaran tempat tersebut. Karena kami telah memiliki tanggal yang telah disepakati.</p>
<p style="text-align:justify;">Namun, yes&#8230;, di tanggal tersebut telah ada yang membooking dan bahkan telah membayar lunas. Hehehe. Sehingga pernikahan kami pun terancam diundur.</p>
<p style="text-align:justify;">Kami pun berdiskusi dengan keluarga tentang masalah ini. Alhamdulillah, kami mendapatkan solusi. Memang solusi itu tidak begitu win-win. Tapi kami berdua merasa senang karena tanggal pernikahan kami ternyata maju 1 hari dari yang kami rencanakan. Dengan begitu lebih cepat juga kami berdua berbahagia <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<p style="text-align:justify;">Nah, dari kejadian tersebut ada satu hikmah. Mungkin saya dan calon istri saya telah mempunyai rencana tanggal pernikahan untuk kami. Namun mungkin ALLAH sebagai decision maker telah memilihkan langsung tanggal pernikahan untuk kami. <strong>Subhanallah <img src='http://s1.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';)' class='wp-smiley' /> </strong></p>
<p style="text-align:justify;">Tidak hanya itu saja, lewat kejadian tersebut. Tanpa kami rencanakan kami sekeluarga bisa liburan dan rekreasi ke Ancol. Hehehe. Nih fotonya saya perlihatkan. <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<p style="text-align:justify;"><img class="aligncenter size-full wp-image-654" title="My happy Familiy" src="http://denikurniawan.files.wordpress.com/2011/10/ancol.jpg?w=500&#038;h=375" alt="" width="500" height="375" /></p>
<p style="text-align:justify;">So, bila apa yang kita dapatkan tidak sesuai rencana. Maka tersenyumlah dan berbahagialah Sob! Siapa tahu mungkin karena rencana yang tidak sesuai bisa berlibur ke Ancol bareng keluarga <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<p>.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Rencana ALLAH paling baik</strong><br />
Seperti apa yang telah dibahas di atas. Kita boleh saja mempunyai rencana. Baik itu rencana jangka pendek, jangka menengah ataupun jangka panjang.</p>
<p style="text-align:justify;">Namun, sekali lagi yang harus di ingat ialah kita sebagai hambaNYA hanyalah seorang Planner dan Action Doer. Ada Decision maker yang akan menentukan segala keputusan atas apapun.</p>
<p style="text-align:justify;">Rencana kita bisa saja baik menurut kita. Tapi ingatlah sobat bahwa bukan baik yang kita butuhkan, namun yang terbaik lah yang kita butuhkan. Dan rencana yang paling baik hanyalah dimiliki oleh sang maha berencana. ALLAH Azzawajalla.</p>
<p style="text-align:justify;">Yak, cukup dulu untuk edisi kali ini. Semoga bermanfaat yaa untuk para sobat husnudZONE yang berada dimanapun. Selalu sehat dan tetap husnudZONE yaa Sob! <img src='http://s1.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';)' class='wp-smiley' /> </p>
<p style="text-align:justify;">- Deni Kurniawan</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/denikurniawan.wordpress.com/649/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/denikurniawan.wordpress.com/649/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/denikurniawan.wordpress.com/649/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/denikurniawan.wordpress.com/649/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/denikurniawan.wordpress.com/649/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/denikurniawan.wordpress.com/649/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/denikurniawan.wordpress.com/649/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/denikurniawan.wordpress.com/649/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/denikurniawan.wordpress.com/649/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/denikurniawan.wordpress.com/649/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/denikurniawan.wordpress.com/649/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/denikurniawan.wordpress.com/649/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/denikurniawan.wordpress.com/649/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/denikurniawan.wordpress.com/649/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=denikurniawan.wordpress.com&amp;blog=7783017&amp;post=649&amp;subd=denikurniawan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://denikurniawan.wordpress.com/2011/10/09/tidak-sesuai-rencana/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>7</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/1da1cdfbc632eb42d1d2f45d73aee297?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F1.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Deni Kurniawan</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://denikurniawan.files.wordpress.com/2011/10/action-plan.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">action-plan</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://denikurniawan.files.wordpress.com/2011/10/ancol.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">My happy Familiy</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Perkasa, Tiada Tanding!</title>
		<link>http://denikurniawan.wordpress.com/2011/10/06/perkasa-tiada-tanding/</link>
		<comments>http://denikurniawan.wordpress.com/2011/10/06/perkasa-tiada-tanding/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 06 Oct 2011 07:21:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Deni Kurniawan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Excellence Life]]></category>
		<category><![CDATA[Al Aziz]]></category>
		<category><![CDATA[ALLAH]]></category>
		<category><![CDATA[Perkasa]]></category>
		<category><![CDATA[Tiada Tanding]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://denikurniawan.wordpress.com/?p=627</guid>
		<description><![CDATA[Howdyyy&#8230; Semangat pagiiiiii sobat husnudZONE. Akhirnyaaa, bertemu lagi dengan saya . HusnudZONE is BACK! Pertama-tama saya ingin mengucapkan mohon maaf kepada sobat husnudZONE. Karena sudah hampir dua bulan ini saya tidak mengupdate blog ini, tidak menulis di blog ini dan tidak mehidupkan blog ini, yang otomatis edisi husnudZONE juga tidak terbit. Hehehe. Banyak juga rekan-rekan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=denikurniawan.wordpress.com&amp;blog=7783017&amp;post=627&amp;subd=denikurniawan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;"><a href="http://denikurniawan.files.wordpress.com/2011/10/aziz.gif"><img class="alignleft size-full wp-image-631" title="aziz" src="http://denikurniawan.files.wordpress.com/2011/10/aziz.gif?w=500" alt=""   /></a>Howdyyy&#8230; Semangat pagiiiiii sobat husnudZONE. Akhirnyaaa, bertemu lagi dengan saya <img src='http://s2.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_razz.gif' alt=':P' class='wp-smiley' /> . <span style="color:#ff0000;"><strong>HusnudZONE is BACK!</strong></span></p>
<p style="text-align:justify;">Pertama-tama saya ingin mengucapkan mohon maaf kepada sobat husnudZONE. Karena sudah hampir dua bulan ini saya tidak mengupdate blog ini, tidak menulis di blog ini dan tidak mehidupkan blog ini, yang otomatis edisi husnudZONE juga tidak terbit. Hehehe. Banyak juga rekan-rekan yang menanyakan kapan terbitnya edisi husnudZONE selanjutnya. Semuanya cuma saya jawab dengan senyum. Kadang juga dengan senyum-senyum kecut <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<p style="text-align:justify;">Tentunya, saya berterima kasih kepada rekan-rekan yang telah menanyakan hal tersebut (khususnya sobat husnudZONE semua). Dengan menanyakan hal tersebut, otomatis rekan-rekan semua perhatian dengan blog ini. Hehehe. Piisss!</p>
<p style="text-align:justify;">OK. Setelah permohonan maaf saya haturkan (yang moga-moga diterima yaa maafnya :d). Dalam edisi husnudZONE kali ini saya ingin membicarakan tentang ALLAH. Banyak yang bilang jangan ngomongin ALLAH. <em>Pamali!</em></p>
<p style="text-align:justify;">Eiiits&#8230;, tapi jangan salah dulu. Ngomongin disini tentunya bermakna positif looh. Coba kita ambil contoh dari Asmaul Husna yang menjadi sifat-sifatNYA. Bila ALLAH saja menerangkan Asmaul Husna yang menjadi sifat-sifatNYA dalam Al-Quran. Maka ALLAH juga ingin kita membicarakanNYA. Bukan begitu sobat?</p>
<p style="text-align:justify;">Membicarakan apa yang DIA benci, membicarakan apa yang DIA sukai dan tentu saja membicarakan sifat-sifat mutlak yang DIA miliki yaitu Asmaul Husna.</p>
<p style="text-align:justify;">Naah, jadi boleh doong sekarang kita mulai ngomongin ALLAH?  <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' />  Yuk, kita mulaaaaii!! <img src='http://s1.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';)' class='wp-smiley' /> </p>
<p style="text-align:justify;">Kita mulai dengan beberapa rangkuman cerita yang saya alami yang tentunya sarat akan campur tangan ALLAH di dalamnya.</p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#ffffff;">.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Sang Pemecah Masalah<br />
</strong>Beberapa waktu yang lalu saya mendapatkan masalah di kantor tempat saya bekerja. Masalah itu timbul karena sistem di kantor tempat saya bekerja mengalami masalah. Dampak terburuknya, apabila saya tidak bisa memecahkan masalah tersebut dan mencarikan solusinya, sudah pasti saya terancam dipecat dari tempat saya bekerja. Selain itu saya juga harus membayarkan sejumlah uang ganti rugi kepada client kantor saya yang telah dirugikan akibat bermasalahnya sistem tersebut.<strong></strong></p>
<p style="text-align:justify;">Nah, salah satu sifat yang kurang baik yang saya miliki adalah saya terlalu larut dalam masalah yang saya hadapi. Ya, masalah apapun itu.</p>
<p style="text-align:justify;">Ketika saya menghadapi masalah yang saya anggap serius<strong>. </strong>Jangankan untuk menikmati makanan yang saya makan bahkan untuk tidur pun tidak akan nyeyak (Jangan di tiru yaa.. :p)</p>
<p style="text-align:justify;">Masalah itu pun membuat saya tidak bisa melakukan pekerjaan sehari-hari dengan optimal. Masalah itu benar-benar membebani  pikiran saya.</p>
<p style="text-align:justify;">Dalam situasi seperti ini, saya memohon kepadaNYA, agar diberikan kemudahan, ketenangan dan juga petunjuk untuk bisa menyelesaikan masalah ini dengan baik.<strong></strong></p>
<p style="text-align:justify;">Ajaibnya, hanya dalam waktu beberapa hari saya mendapatkan solusi yang pada awalnya saya anggap hal itu tidak mungkin bisa menjadi solusi. <span style="color:#000000;">Tetapi nyatanya sesuatu hal itu yang bisa menjadi solusi untuk masalah yang saya hadapi.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><strong><span style="color:#000000;">ALLAHU AKBAR&#8230;</span></strong> Saya baru menyadari ternyata memang tidak ada yang tidak mungkin bagiNYA. DIA yang menjadikan segalanya mungkin atas kehendakNYA. Hanya dengan satu kata &#8220;Kun.. Faya Kun..&#8221;</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Sang Pemberi Pertolongan</strong><br />
Apa sobat husnudZONE masih ingat edisi husnudZONE sebelumnya? Tentang mukjizat yang saya alami <a href="http://denikurniawan.wordpress.com/2011/04/24/tenggelam-mukjizat-part1/" target="_blank">TENGGELAM (Mukjizat Part#1)</a> dan <a href="http://denikurniawan.wordpress.com/2011/04/26/kecelakaan-mukjizat-part2/" target="_blank">Kecelakaan (Mukjizat Part#2)</a>. Terlalu naif jika saya mengatakan dua hal tersebut tidak ada campur tanganNYA.</p>
<p style="text-align:justify;">Ya, dari dua kejadian tersebut jelas sekali bahwa saya telah diselamatkan olehNYA, telah ditolongNYA dan ALLAH jua lah yang menghendaki hal itu saya alami. Tentu saja dua kejadian tersebut menjadi  pengalaman yang sangat berharga dan tidak ternilai harganya.</p>
<p style="text-align:justify;">Mungkin salah satu hikmah jangka panjang dari dua kejadian tersebut adalah, saat ini saya bisa menuliskan tentang dua kejadian tersebut di blog saya ini untuk membagikan dan menceritakan tentang keperkasaanNYA. <img src='http://s2.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_razz.gif' alt=':P' class='wp-smiley' /> </p>
<p style="text-align:justify;"><strong><a href="http://denikurniawan.files.wordpress.com/2011/10/20090108224534_img_9254.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-635" title="muara" src="http://denikurniawan.files.wordpress.com/2011/10/20090108224534_img_9254.jpg?w=500" alt=""   /></a>Sang Muara Terakhir<br />
</strong>Beberapa tahun lalu saya masih bersekolah, ada seorang teman yang bertanya kepada saya, kepada siapakah cinta sejati terakhir ini kita muarakan? Dulu, saya menjawab dengan yakin <em>&#8220;Orang tua! Terutama Ibu!&#8221;.</em></p>
<p style="text-align:justify;">Tetapi kini saya yakin bahwa jawaban saat itu adalah <span style="color:#ff0000;"><strong>SALAH!</strong></span> Mengapa demikian? Apakah orang tua tidak layak kita berikan cinta sejati yang kita miliki?</p>
<p style="text-align:justify;">Kita tentu mempunyai Ibu yang sangat menyayangi kita bukan? Tapi, berapa banyak Ibu yang menyayangi kita telah meninggalkan kita di dunia ini?</p>
<p style="text-align:justify;">Ya, mungkin termasuk saya yang telah ditinggalkan Ibu beberapa tahun yang lalu. Dan pertanyaan selanjutnya, lalu selepas kepergian Ibu, kemana kita harus muarakan cinta sejati ini? Bila jawabannya ke Ayah, maka pertanyaan pun akan berulang. Apabila ayah kita telah berpulang, kemana kita muarakan cinta sejati kita? Begitulah seterusnya pertanyaan itu akan muncul hingga pada akhirnya muara cinta terakhir kita akan dilabuhkan kepada sang pemilik jiwa ini.</p>
<p style="text-align:justify;">Jadi sangatlah jelas bahwa ALLAH merupakan muara terakhir atas apa pun juga yang ada di bumi dan langitNYA. Bukan hanya cinta sejati. Namun, segalanya-galanya.<strong></strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong>.</strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong></strong>Selain yang saya sebut diatas, banyak keperkasaan ALLAH yang lainnya. Contohnya adalah, dengan keperkasaanNYA. Dia telah memilihkan keluarga yang bisa menjadi penyemangat (motivator) dalam mengarungi kehidupan ini.</p>
<p style="text-align:justify;">Dengan keperkasaanNYA dia telah memilihkan pendamping hidup bagi kita untuk menjalani kehidupan ini.</p>
<p style="text-align:justify;">Dengan keperkasaanNYA dia telah memberikan rezeki bagi kita setiap harinya.</p>
<p style="text-align:justify;">Dengan keperkasaanNYA dia telah menggratiskan nafas untuk bebas kita hirup setiap detiknya.</p>
<p style="text-align:justify;">Jadi, tunggu apalagi? Marilah kita menjadi hamba yang sadar akan keperkasaanNYA dan menjadi hamba yang pandai bersyukur atas keperkasaanNYA. Keperkasaan yang tiada tanding yang dimiliki sang pemilik tunggal alam semesta ini. ALLAH Azzawajallah.</p>
<p style="text-align:justify;">Nah, cukup dulu kita ngomongin ALLAH nya yaa. Nanti kita sambung lagi di edisi berikutnya <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> . Semoga apa yang saya tulis ini bisa mendatangkan manfaat bagi kita semuanya. <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/denikurniawan.wordpress.com/627/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/denikurniawan.wordpress.com/627/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/denikurniawan.wordpress.com/627/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/denikurniawan.wordpress.com/627/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/denikurniawan.wordpress.com/627/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/denikurniawan.wordpress.com/627/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/denikurniawan.wordpress.com/627/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/denikurniawan.wordpress.com/627/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/denikurniawan.wordpress.com/627/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/denikurniawan.wordpress.com/627/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/denikurniawan.wordpress.com/627/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/denikurniawan.wordpress.com/627/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/denikurniawan.wordpress.com/627/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/denikurniawan.wordpress.com/627/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=denikurniawan.wordpress.com&amp;blog=7783017&amp;post=627&amp;subd=denikurniawan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://denikurniawan.wordpress.com/2011/10/06/perkasa-tiada-tanding/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/1da1cdfbc632eb42d1d2f45d73aee297?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F1.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Deni Kurniawan</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://denikurniawan.files.wordpress.com/2011/10/aziz.gif" medium="image">
			<media:title type="html">aziz</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://denikurniawan.files.wordpress.com/2011/10/20090108224534_img_9254.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">muara</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Ibu dalam waktu</title>
		<link>http://denikurniawan.wordpress.com/2011/08/18/ibu-dalam-waktu/</link>
		<comments>http://denikurniawan.wordpress.com/2011/08/18/ibu-dalam-waktu/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 18 Aug 2011 08:48:26 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Deni Kurniawan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Excellence Life]]></category>
		<category><![CDATA[akibat diabetes]]></category>
		<category><![CDATA[diabetes]]></category>
		<category><![CDATA[ibu]]></category>
		<category><![CDATA[ibu dalam waktu]]></category>
		<category><![CDATA[ibuku]]></category>
		<category><![CDATA[selamat jalan ibu]]></category>
		<category><![CDATA[sepeninggal ibu]]></category>
		<category><![CDATA[waktu]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://denikurniawan.wordpress.com/?p=573</guid>
		<description><![CDATA[Tanggal Pukul Tempat Kejadian 15-Jun-08 10:00 Rumah Tiba-tiba saja Ibu merasakan mulutnya terkunci dan agak sesak nafas. 10:04 UGD &#8211; Rumah Sakit Ibu Masuk UGD, sementara saya dan Ayah mengurusi administrasi kesehatan Ibu. 12:00 Ruang Rawat Inap &#8211; Rumah Sakit Alhamdulillah Ibu sudah diperbolehkan keluar ruang UGD dan dirawat di ruang rawat inap. 13:12 Ruang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=denikurniawan.wordpress.com&amp;blog=7783017&amp;post=573&amp;subd=denikurniawan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="aligncenter size-full wp-image-606" title="ibu dalam waktu" src="http://denikurniawan.files.wordpress.com/2011/08/kasih-ibu-sepanjang-masa.jpg?w=500&#038;h=398" alt="" width="500" height="398" /></p>
<table width="838" border="0" cellspacing="0" cellpadding="0">
<col width="71" />
<col width="43" />
<col width="236" />
<col width="488" />
<tbody>
<tr>
<td width="71" height="62"><strong>Tanggal</strong></td>
<td width="43"><strong>Pukul</strong></td>
<td width="236"><strong>Tempat</strong></td>
<td width="488"><strong>Kejadian</strong></td>
</tr>
<tr>
<td rowspan="6" width="71" height="273">15-Jun-08</td>
<td align="right" width="43">10:00</td>
<td width="236">Rumah</td>
<td width="488">Tiba-tiba saja Ibu merasakan mulutnya terkunci dan agak sesak nafas.</td>
</tr>
<tr>
<td align="right" width="43" height="42">10:04</td>
<td width="236">UGD &#8211; Rumah Sakit</td>
<td width="488">Ibu Masuk UGD, sementara saya dan Ayah mengurusi administrasi kesehatan Ibu.</td>
</tr>
<tr>
<td align="right" width="43" height="42">12:00</td>
<td width="236">Ruang Rawat Inap &#8211; Rumah Sakit</td>
<td width="488">Alhamdulillah Ibu sudah diperbolehkan keluar ruang UGD dan dirawat di ruang rawat inap.</td>
</tr>
<tr>
<td align="right" width="43" height="84">13:12</td>
<td width="236">Ruang Rawat Inap &#8211; Rumah Sakit</td>
<td width="488">Ibu menjalani pemeriksaan gula darah dengan hasil 500 mg/dl, dan tekanan darah 200 mmHg. sangat jauh dari tekanan normal. Kemudian Ibu pun langsung diberikan tindakan medis secara oral melalui mulut. Ia diberikan tablet penurun gula darah yang diletakkan dibawah lidahnya.</td>
</tr>
<tr>
<td align="right" width="43" height="42">17:12</td>
<td width="236">Ruang Rawat Inap &#8211; Rumah Sakit</td>
<td width="488">Alhamdulillah, tekanan gula darah Ibu turun dan mendekati normal dan keadaannya pun berangsur-angsur membaik.</td>
</tr>
<tr>
<td align="right" width="43" height="42">21:15</td>
<td width="236">Ruang Rawat Inap &#8211; Rumah Sakit</td>
<td width="488">Saya, adik dan juga kakak bersenda gurau dengan Ibu. Sangat hangat sekali saya rasakan suasana kala itu.</td>
</tr>
<tr>
<td rowspan="5" width="71" height="300">16-Jun-08</td>
<td align="right" width="43">8:04</td>
<td width="236">Ruang Rawat Inap &#8211; Rumah Sakit</td>
<td width="488">Pagi itu, tiba-tiba saja Ibu mulai sulit berkata-kata. Kata-kata terakhir yang saya bisa dengar adalah &#8220;Ibu ga apa-apa.&#8221; Itu pun tidak terdengar begitu jelas terdengar oleh saya.</td>
</tr>
<tr>
<td align="right" width="43" height="69">8:15</td>
<td width="236">Ruang Rawat Inap &#8211; Rumah Sakit</td>
<td width="488">Adik saya menyuapi ibu untuk sarapan. Tapi tidak banyak makanan yang bisa masuk ke mulutnya. Karena ketika makan, batuknya terus mengganggunya tiada henti, sehingga ia cukup kesulitan menelan makanan ke dalam tenggorokannya.</td>
</tr>
<tr>
<td align="right" width="43" height="105">10:04</td>
<td width="236">Ruang Rawat Inap &#8211; Rumah Sakit</td>
<td width="488">Keadaan kamar saat itu sangat sesak, karena tetangga berdatangan menjenguk ibu. Tidak bnyak yg dapat dilakukan oleh ibu waktu itu. Ia hanya bisa meneteskan air mata dari kedua matanya sambil memandangi foto-foto contoh baju pernikahan yang akan dipakai untuk resepsi pernikahan kakak saya. Ya, rencananya dipenghujung tahun itu kakak saya akan menikah.</td>
</tr>
<tr>
<td align="right" width="43" height="42">14:07</td>
<td width="236">Ruang Rawat Inap &#8211; Rumah Sakit</td>
<td width="488">Siang itu saya lihat senyum Ibu sangat indah tersimpul di bibirnya. Namun tak lama setelah itu Ibu tidak sadarkan diri.</td>
</tr>
<tr>
<td align="right" width="43" height="21">17:08</td>
<td width="236">Ruang Rawat Inap &#8211; Rumah Sakit</td>
<td width="488">Tingkat kesadaran Ibu mulai menurun sehingga sulit untuk diajak komunikasi.</td>
</tr>
<tr>
<td rowspan="2" width="71" height="84">17-Jun-08</td>
<td align="right" width="43">13:07</td>
<td width="236">Ruang Rawat Inap &#8211; Rumah Sakit</td>
<td width="488">Kondisi semakin drop dan ibu harus segera dipindahkan ke ruang ICU dengan diiringi doa. Kala itu harapan dan tangis menyesakkan dada ini.</td>
</tr>
<tr>
<td align="right" width="43" height="42">14:00</td>
<td width="236">Ruang ICU &#8211; Rumah Sakit</td>
<td width="488">Akhirnya ibu memasuki ruangan &#8220;angker&#8221; itu dan ditubuhnya bersemayam alat-alat yang sangat mengerikan dan saya tahu itu sangat menyakitkan buat ibu.</td>
</tr>
<tr>
<td width="71" height="63">18-Jun-08</td>
<td align="right" width="43">9:24</td>
<td width="236">Ruang ICU &#8211; Rumah Sakit</td>
<td width="488">Saya terduduk sambil berdoa di depan ruangan &#8220;angker&#8221; itu. Belum ada diagnosa pasti tentang apa yang sebenarnya terjadi pada ibu. Dokter hanya mengatakan ibu terdiagnosis &#8220;stroke ringan&#8221;. Tapi apakah separah ini?</td>
</tr>
<tr>
<td width="71" height="63">20-Jun-08</td>
<td align="right" width="43">10:54</td>
<td width="236">Ruang ICU &#8211; Rumah Sakit</td>
<td width="488">Saya, Ayah, Kakak dan juga Adik masih terus menunggu dan menunggu ibu sadar dari komanya. Saya tidak tahu sampai kapan. Tapi yang pasti kami akan selalu berharap ibu bisa pulang besok.</td>
</tr>
<tr>
<td width="71" height="63">24-Jun-08</td>
<td align="right" width="43">13:06</td>
<td width="236">Ruang ICU &#8211; Rumah Sakit</td>
<td width="488">Seminggu berlalu. Ibu masih belum sadarkan diri. Harapan kami hampir punah. Tapi ada suatu keajaiban. Ibu mulai bisa membuka matanya walaupun hanya sedikit dan menggerakan jari tangannya.</td>
</tr>
<tr>
<td width="71" height="126">25-Jun-08</td>
<td align="right" width="43">11:09</td>
<td width="236">Ruang ICU &#8211; Rumah Sakit</td>
<td width="488">Diagnosa Dokter ibu mengalami stroke. Dan apabila Ibu sembuh. Ia tidak bisa hidup normal dan harus menggunakan kursi roda. &#8220;Astagfirullah!&#8221;Hal itu dikarenakan penyakit diabetes yang ibu derita sudah mengakibatkan mal-fungsi organ-organ tubuh yang lain termasuk otak.. Ini seperti mimpi buruk yang harus saya dan keluarga alami.</td>
</tr>
<tr>
<td width="71" height="105">27-Jun-08</td>
<td align="right" width="43">18:05</td>
<td width="236">Ruang ICU &#8211; Rumah Sakit</td>
<td width="488">Saat saya sedang mengaji di depan tubuh Ibu yang terbaring koma. Tubuh ibu memberikan respon. Ia meneteskan air mata ketika saya melantunkan ayat-ayat suci Al-Qur&#8217;an ditelinganya. Hal ini yg membuat saya mempunyai harapan kembali pasca diagnosa dokter kemarin. Harapan ibu untuk sembuh dan kembali ke tengah-tengah kami.</td>
</tr>
<tr>
<td width="71" height="63">30-Jun-08</td>
<td align="right" width="43">17:09</td>
<td width="236">Ruang ICU &#8211; Rumah Sakit</td>
<td width="488">Alhamdulillah, harapan itu semakin terang. Karena ibu sudah bisa diberi minum susu secara oral bukan melalui suntikan lagi. Dan gerakan jemari ibu semakin sering saya lihat</td>
</tr>
<tr>
<td rowspan="4" width="71" height="342">3-Jul-08</td>
<td align="right" width="43">13:40</td>
<td width="236">Ruang ICU &#8211; Rumah Sakit</td>
<td width="488">Dokter yang merawatnya mengindikasikan bahwa Ibu membutuhkan darah dengan segera untuk ditransfusi.</td>
</tr>
<tr>
<td align="right" width="43" height="48">15:45</td>
<td width="236">Ruang ICU &#8211; Rumah Sakit</td>
<td width="488">Saya dan paman akhirnya mencari darah ke bank darah pusat daerah Kramat Jakarta. Setelah sebelumnya saya tidak dapat mendapatkannya di PMI bekasi.</td>
</tr>
<tr>
<td align="right" width="43" height="105">17:05</td>
<td width="236">Ruang ICU &#8211; Rumah Sakit</td>
<td width="488">Sementara saya mencari darah untuk Ibu. Adik dan kakak perempuan saya masuk ke ruang ICU untuk melihat keadaan ibu. Masih teringat jelas saat itu mata ibu terbuka lebar dan meneteskan airmata. Adik membisikan kata-kata di telinga ibu, agar ia kuat, sabar dan yakin bahwa ia akan sembuh. Tetesan air mata ibu semakin mengalir dan pandangan matanya seperti melihat sesuatu</td>
</tr>
<tr>
<td align="right" width="43" height="147">18:00</td>
<td width="236">Ruang ICU &#8211; Rumah Sakit</td>
<td width="488">&#8220;Asyhaduallah illaha illahu, wa asyhaanna muhammadarrosullahu&#8221; kata itu dibisikkan kakak ke telinga Ibu. Setelah beberapa kali kata itu dibisikkan ke telinganya, tedengar bunyi yang sangat mengerikan.&#8221;Tiiiiiiiiiiiiiiiit…&#8221; Alat rekam jantung Ibu berbunyi nyaring. Innalillahi wa innailaihi roji&#8217;un. Adzan Maghrib terdengar, mengantar Ibu menghadap sang Illahi Robbi. Selamat jalan Ibu. Kami pasti akan merindukanmu.</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p>Itu adalah kejadian 3 tahun yang lalu. Kini telah banyak yang telah saya lalui tanpanya. Memang terasa sangat berbeda, tapi saya selalu berhusnudzan atas segala keputusan ALLAH.</p>
<p>Semoga Ibu mendapat tempat yang layak disisiNYA. Dan semoga saya, ayah, kakak dan adik bisa bersatu kembali dengan Ibu di surgaNYA. Amin.. Yaa robbal &#8216;alamiin.</p>
<p>- Deni Kurniawan</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/denikurniawan.wordpress.com/573/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/denikurniawan.wordpress.com/573/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/denikurniawan.wordpress.com/573/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/denikurniawan.wordpress.com/573/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/denikurniawan.wordpress.com/573/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/denikurniawan.wordpress.com/573/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/denikurniawan.wordpress.com/573/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/denikurniawan.wordpress.com/573/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/denikurniawan.wordpress.com/573/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/denikurniawan.wordpress.com/573/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/denikurniawan.wordpress.com/573/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/denikurniawan.wordpress.com/573/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/denikurniawan.wordpress.com/573/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/denikurniawan.wordpress.com/573/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=denikurniawan.wordpress.com&amp;blog=7783017&amp;post=573&amp;subd=denikurniawan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://denikurniawan.wordpress.com/2011/08/18/ibu-dalam-waktu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/1da1cdfbc632eb42d1d2f45d73aee297?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F1.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Deni Kurniawan</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://denikurniawan.files.wordpress.com/2011/08/kasih-ibu-sepanjang-masa.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">ibu dalam waktu</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Cerpen: Kejutan Idul Fitri</title>
		<link>http://denikurniawan.wordpress.com/2011/08/10/kejutan-idul-fitri/</link>
		<comments>http://denikurniawan.wordpress.com/2011/08/10/kejutan-idul-fitri/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 10 Aug 2011 08:22:12 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Deni Kurniawan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Excellence Life]]></category>
		<category><![CDATA[hari nan fitri]]></category>
		<category><![CDATA[idul fitri]]></category>
		<category><![CDATA[kejutan]]></category>
		<category><![CDATA[udin]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://denikurniawan.wordpress.com/?p=577</guid>
		<description><![CDATA[&#8220;Alhamdulillah, sedikit lagi. Aku harus bisa pulang tahun ini!&#8221; Tekad Udin menyemangati dirinya sambil menghitung uang tabungannya yang ia simpan di lembaran-lembaran Al-qur&#8217;an miliknya. Memang sudah tiga kali lebaran ini Udin tidak pulang kampung. Ia tidak mempunyai ongkos yang cukup untuk pulang ke kampung halamannya. Uang yang ia kumpulkan dari pekerjaannya sebagai penjual buah-buahan keliling [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=denikurniawan.wordpress.com&amp;blog=7783017&amp;post=577&amp;subd=denikurniawan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;">&#8220;Alhamdulillah, sedikit lagi. Aku harus bisa pulang tahun ini!&#8221; Tekad Udin menyemangati dirinya sambil menghitung uang tabungannya yang ia simpan di lembaran-lembaran Al-qur&#8217;an miliknya.</p>
<p style="text-align:justify;">Memang sudah tiga kali lebaran ini Udin tidak pulang kampung. Ia tidak mempunyai ongkos yang cukup untuk pulang ke kampung halamannya. Uang yang ia kumpulkan dari pekerjaannya sebagai penjual buah-buahan keliling hanya cukup untuk mengirimi uang untuk keperluan lebaran untuk istri dan dua orang anaknya.</p>
<p style="text-align:justify;">Udin seorang perantau asal jawa tengah, ia mengadu nasibnya di Jakarta untuk penghidupan yang lebih baik dengan menjadi seorang pedagang buah-buahan keliling. Ia sangat bersahaja dan merupakan hamba ALLAH yang tak kenal lelah dalam segala hal. Termasuk tak kenal lelah dalam mencari nafkah untuk keluarganya. Ia seorang yang bertanggung jawab atas keluarganya. Walaupun istri dan anak-anaknya tinggal di kampung. Namun Udin tidak pernah putus mengirimi uang hasil keringat yang ia peroleh untuk biaya hidup istri dan kedua anaknya setiap bulan.</p>
<p style="text-align:justify;">Udin tinggal di sepetak kontrakkan yang berada dekat rel kereta. Kontrakkan itu hanya cukup untuk tidur dan menaruh baju-baju serta bahan makanan yang ia perlukan.</p>
<p style="text-align:justify;">Seperti di bulan Ramadhan sebelumnya, selepas santap sahur Udin mempersiapkan peralatan dan perlengkapan jualannya termasuk buah-buahan yang akan ia jajakan. Tak hanya itu, sepeda ontelnya pun ia bersihkan dan ia memompa sedikit bannya agar lebih ringan saat dikayuh nanti.</p>
<p style="text-align:justify;">Selepas shalat shubuh, Udin bergegas dengan semangat, berangkat menuju stasiun jatinegara. Karena ia mendapat jatah berjualan di sana saat pagi hari. Udin terus mengayuh sepedanya menuju stasiun melewati persimpangan lampu merah.</p>
<p style="text-align:justify;">Dari arah yang berlawanan, melaju dengan cukup cepat sepeda motor berwarna merah. Lampu hijau menyala. Udin pun kembali mengayuh sepedanya menuju stasiun.</p>
<p style="text-align:justify;">Lampu merah telah menyala di jalur dimana sepeda motor itu melintas. Namun motor itu tidak menggubris lampu merah yang telah menyala malah terus menerabas dengan kecepatan tinggi.</p>
<p style="text-align:justify;">&#8220;Braaaaaaaaak!&#8221; Suara yang sangat keras terdengar.</p>
<p style="text-align:justify;">Seseorang terserempet sepeda motor yang melaju kencang. Sementara yang menyerempetnya berlalu dengan cepat mengendarai sepeda motornya.</p>
<p style="text-align:justify;">&#8220;Toloong, toloong&#8230;&#8221; Sebuah rintihan serak terdengar beberapa saat setelah motor itu melesat dengan cepat.</p>
<p style="text-align:justify;">Di tempat kejadian itu berserakan buah-buahan yang hampir semuanya telah hancur. Selain itu keranjang rotan telah menjauh dari jok motor yang menjadi sanggahannya semula.</p>
<p style="text-align:justify;">Ya, orang itu adalah Udin. Kakinya terjepit salah satu keranjang rotan yang masih berisi setengah buah-buahan dagangannya. Ia terus mencoba berteriak untuk meminta pertolongan. Berharap ada orang yang mau menolongnya. Tapi sialnya sepagi itu belum banyak orang yang melintasi jalan tersebut.</p>
<p style="text-align:justify;">Ia tergeletak dengan kaki terjepit di aspal basah karena tetesan embun yang membahasi jalan itu. Sambil memegangi kakinya yang terluka Udin mencoba bangkit. Namun, ia selalu terjatuh lagi saat mencoba bangkit.</p>
<p style="text-align:justify;">&#8220;Tolong&#8230;, toloooong&#8221; Ia mencoba teriak dengan suaranya yang nyaris hilang.</p>
<p style="text-align:justify;">Tak seberapa jauh dari tempat Udin terkapar. Seorang laki-laki berlari menghampirinya. Terlihat raut wajah Udin yang menunjukkan sedikit senang karena ada orang yang mendengar teriakan minta tolongnya.</p>
<p style="text-align:justify;">Setelah sampai, lelaki itu memegang stang sepeda Udin dan mengangkatnya. Namun, setelah dia mengangkat sepedanya bahu Udin dipegangnya dan dengan mengejutkan ia mendorong bahu Udin hingga Udin makin terjerembab ke aspal.</p>
<p style="text-align:justify;">Setelah melihat Udin tersungkur di aspal. Laki-laki itu pergi dengan mengayuh sepeda Udin. Pergi menjauh dari Udin.</p>
<p style="text-align:justify;">&#8220;Astagfirullah!&#8221; Udin beristighfar dengan suara serak.</p>
<p style="text-align:justify;">Udin sangat tidak menyangka bahwa orang yang semula ia sangka akan menolongnya. Malahan, orang itu mencuri sepedanya.</p>
<p style="text-align:justify;">Kini Udin merasakan badannya lebih sakit karena tersungkur dengan ke aspal karena dorongan keras si pencuri itu. Jangankan untuk berdiri, untuk mengangkat kepalanya saja dari aspal Udin tidak mampu. Yang ia harapkan hanyalah ada seseorang yang datang menghampiri dengan hati tulus untuk menolong dirinya. Bukan untuk mencuri sepeda atau sikap apapun yang dapat merugikannya.</p>
<p style="text-align:justify;">Tiba-tiba terlihat lampu motor yang menyala terang dari arah belakang  Udin. Terlihat oleh Udin, dua orang polisi menghampiri Udin dengan terkejut.</p>
<p style="text-align:justify;">&#8220;Bapak kenapa?&#8221; Tanya salah seorang polisi itu sambil memegang kedua tangan Udin dan mencoba membangunkannya.</p>
<p style="text-align:justify;">&#8220;Saya kecelakaan.&#8221; Dengan suara pelan dan setengah serak Udin menjawab pertanyaan polisi.</p>
<p style="text-align:justify;">Udin berhasil bangun dan berdiri. Ia dibopong oleh kedua polisi menuju trotoar. Udin didudukan tepat di trotoar samping lampu merah. Sambil meringis kesakitan ia memegangi kakinya yang terluka.</p>
<p style="text-align:justify;">Polisi itu mulai menanyakan perihal kejadian yang telah menimpa Udin. Ia menjawab setiap pertanyaan yang ditanyakan oleh polisi tersebut dengan mengeluarkan suara pelan dan serak. Termasuk kejadian pencurian sepedanya.</p>
<p style="text-align:justify;">***</p>
<p style="text-align:justify;">&#8220;Allahu akbar&#8230;. Allahu akbar&#8230; Allahu akbar&#8230; Laa ilahaillahu Allahu Akbar&#8230;. Allahu akbar wa lillahilham&#8230;&#8221; Gema takbir menggema membesarkan namaNya. Meng-agungkan namaNya yang maha agung. Serta mengesakanNya yang maha tunggal.</p>
<p style="text-align:justify;">Setelah sebulan penuh menunaikan perintah puasa Ramadhan. Datanglah sebuah hari yang sangat dinantikan. Sebuah hari yang mengembalikan manusia kepada fitrohnya. Semua hambaNya bersuka cita dan berbahagia menyambut hari nan fitri yang datang esok.</p>
<p style="text-align:justify;">Ya, semua larut dalam kegembiraan menyambut Idul Fitri. Kecuali Udin.</p>
<p style="text-align:justify;">Kini ia hanya duduk termenung di atas kasur lipatnya yang ia letakkan di atas ubin kontrakkanya. Walau tidak deras, air mata menetes dari matanya. Membasahi tangannya yang ia pakai untuk menopang wajah tirusnya.</p>
<p style="text-align:justify;">&#8220;Maafkan Bapak, Nak!&#8221; Sambil mengusap air matanya, Udin terbekap dalam kesedihan yang dalam.</p>
<p style="text-align:justify;">Gema takbir membawanya kedalam bayang kebahagiaan. Ia dapat melihat tawa kedua anaknya yang menyambut kedatangannya. Ia memeluk keduanya dengan penuh rasa sayang yang tertimbun selama tiga tahun ini. Istrinya yang ada di belakang kedua anaknya pun juga memeluknya erat.</p>
<p style="text-align:justify;">&#8220;Assalamu&#8217;alaikum, Din&#8221; Salam itu membawa Udin kembali ke dunia nyata.</p>
<p style="text-align:justify;">&#8220;Waalaikumsalam&#8230;&#8221; Udin menjawab salam.</p>
<p style="text-align:justify;">Udin bangun untuk membuka pintu dan bergegas mengusap air matanya. Ia khawatir kalau-kalau orang tahu bahwa ia sedang menangis.</p>
<p style="text-align:justify;"><em>&#8220;Jadi nitip uang buat ke kampung, Din?&#8221;</em> Tanya Joko sambil memasuki rumah kontrakkan Udin.</p>
<p style="text-align:justify;"><em>&#8220;Jadi Jok. iki wis ta siapin.&#8221; </em>Udin menimpali pertanyaan Joko dengan logat jawanya.</p>
<p style="text-align:justify;"><em>&#8220;Titip pesen karo istriku ya Jok. Aku ra isa mulih disek tahun iki.&#8221;</em> Pesan Udin sambil memberikan dua buah amplop yang isinya berisi surat dan uang untuk dititipkan kepada istrinya di kampung.</p>
<p style="text-align:justify;">&#8220;Iya pasti ta sampaikan, Din. Wis tenang bae lah!&#8221; Jawab joko, menenangkan temannya. Joko berpamitan dan kemudian pergi berlalu menuju terminal.</p>
<p style="text-align:justify;">Tahun ini harapan Udin belum bisa terwujud. Uang yang rencananya dipakai untuk ongkos perjalanannya ke kampung pulang-pergi telah terpakai untuk biaya pengobatannya akibat kecelakaan yang dialaminya beberapa waktu lalu. Ditambah setelah kecelakaan itu ia harus memeriksakan dirinya secara rutin ke puskesmas dan beristirahat selama satu minggu untuk tidak berjualan. Praktis selama seminggu Udin tidak mendapatkan penghasilan. Malah uang simpanannya yang ia simpan di lembaran Al-Qur&#8217;an terpakai untuk biaya periksa rutinnya.</p>
<p style="text-align:justify;">Akan tetapi, Udin tetap merasa bersyukur bahwa ia masih bisa mengirimkan uang untuk istri dan anak-anaknya di kampung. Ia juga tetap berhusnudzan kepada ALLAH atas musibah yang dihadapinya. Dan berpikir pasti ada hikmah dibalik musibah ini.</p>
<p style="text-align:justify;">***</p>
<p style="text-align:justify;">Idul Fitri pun tiba. Semua hambaNya tumpah ruah dalam keceriaan. Keceriaan hari yang fitri.</p>
<p style="text-align:justify;">Para warga di sekitar kontrakkan Udin keluar rumahnya untuk melaksanakan sholat ied. Termasuk juga Udin. Ia memakai baju koko dan sarung, bersiap untuk melaksanakan sholat iedul fitri di lapangan belakang rumah kontrakkannya.</p>
<p style="text-align:justify;">Selepas shalat Ied. Udin merasa sangat lelah. Udin merebahkan tubuhnya di  atas kasur lipatnya. Tubuh Udin membutuhkan makanan. Karena sejak semalam sesuap nasi pun belum masuk ke tubuhnya. Ia hanya membatalkan puasa hari terakhir dengan segelas air putih.</p>
<p style="text-align:justify;">Dengan kondisi tubuh yang lapar. Udin kembali membayangkan senyum istri dan anak-anaknya di kampung. Ia merasa senang bisa melihat senyum dan tawa istri serta kedua anaknya di hari nan fitri ini. Tanpa disadarinya Udin pun tertidur pulas.</p>
<p style="text-align:justify;"><em>&#8220;Tok.. tok.. tok..&#8221;</em> Pintu rumah kontrakkan Udin di ketuk.</p>
<p style="text-align:justify;">Udin terbangun mendengar bunyi ketukan itu. Ia berdiri perlahan menuju pintu untuk membukanya. Matanya masih layu. Tak heran karena ia telah tidur selama 4 jam lebih. Bayang-bayang tentang keceriaan istri dan kedua anaknya-lah yang menjadikan ia bisa terlelap selama itu dalam kondisi tubuh yang lapar.</p>
<p style="text-align:justify;">Deritan pintu terdengar saat Udin membuka pintu. Alangkah terkejutnya ia pada saat pintu terbuka sedikit demi sedikit, ia melihat bayangan istri dan kedua anaknya di depan pintu.</p>
<p style="text-align:justify;">Ia mengucek-ngucek kedua matanya. Khawatir ia sedang bermimpi.</p>
<p style="text-align:justify;"><em>&#8220;Assalamualaikum, Bapaaaaak!&#8221;</em> Teriak anak sulungnya sambil memeluk kedua kakinya. Hal itu meyakinkan Udin bahwa kejadian ini bukan hanya sebatas mimpi saja. Karena ia bisa merasakan agak sakit di kaki bekas kecelakaan saat anak sulungya mendekap erat kakinya.</p>
<p style="text-align:justify;"><em>&#8220;Bagaimana kalian bisa sampai ke Jakarta?&#8221;</em> Tanya Udin penuh keheranan.</p>
<p style="text-align:justify;"><em>&#8220;Dari setiap uang bulanan yang Bapak kirimkan ke kampung, sebagian oleh Ibu disisihkan untuk ongkos ke Jakarta, Pak. Ibu ingin memberikan kejutan untuk Bapak.&#8221;</em> Anak sulungnya menjawab pertanyaannya tanpa ragu.</p>
<p style="text-align:justify;">Udin berlutut dan menciumi kedua anaknya dengan penuh rasa haru. Istri Udin pun memeluknya sambil meneteskan air mata.</p>
<p style="text-align:justify;"><em>&#8220;Allahu akbar&#8230;! Terima kasih yaa ALLAH, engkau telah menjawab do&#8217;a-do&#8217;a ku. Dan terima kasih juga untuk Kejutan di hari nan fitri ini.&#8221;</em></p>
<p style="text-align:justify;">Penulis: Deni Kurniawan</p>
<p style="text-align:justify;">- &#8211; - &#8211; - &#8211; - &#8211; - &#8211; - &#8211; - &#8211; - &#8211; - -</p>
<p style="text-align:justify;">Ya Sobat husnudZONE, itulah kejutan untuk Udin yang disiapkan oleh ALLAH. Mari kita jalani Ramadhan dengan sebaik-baiknya. Semoga kita juga mendapatkan kejutan Idul Fitri yang diberikan oleh ALLAH untuk kita, sebagaimana kejutan Idul Fitri yang diterima oleh Udin. Amiiin</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/denikurniawan.wordpress.com/577/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/denikurniawan.wordpress.com/577/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/denikurniawan.wordpress.com/577/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/denikurniawan.wordpress.com/577/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/denikurniawan.wordpress.com/577/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/denikurniawan.wordpress.com/577/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/denikurniawan.wordpress.com/577/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/denikurniawan.wordpress.com/577/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/denikurniawan.wordpress.com/577/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/denikurniawan.wordpress.com/577/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/denikurniawan.wordpress.com/577/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/denikurniawan.wordpress.com/577/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/denikurniawan.wordpress.com/577/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/denikurniawan.wordpress.com/577/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=denikurniawan.wordpress.com&amp;blog=7783017&amp;post=577&amp;subd=denikurniawan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://denikurniawan.wordpress.com/2011/08/10/kejutan-idul-fitri/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/1da1cdfbc632eb42d1d2f45d73aee297?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F1.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Deni Kurniawan</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Cerpen: Badut keluarga (part#2)</title>
		<link>http://denikurniawan.wordpress.com/2011/08/09/cerpen-badut-keluarga-part2/</link>
		<comments>http://denikurniawan.wordpress.com/2011/08/09/cerpen-badut-keluarga-part2/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 09 Aug 2011 03:01:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Deni Kurniawan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Excellence Life]]></category>
		<category><![CDATA[badut]]></category>
		<category><![CDATA[badut keluarga]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://denikurniawan.wordpress.com/?p=558</guid>
		<description><![CDATA[Cerita Singkat &#8220;Badut keluarga(part#1)&#8221;: Aku kini seorang pengangguran. Setelah perusahaan tempat ku bekerja memutus kontrak kerjaku dengan begitu saja. Hal ini bukannya tidak bisa kuterima dengan lapang. Tapi, memang harus kutelan bulat-bulat keputusan itu. Hari-hariku kini telah terbiasa dengan surat lamaran pekerjaan, salinan ijazah, pas foto dan segala sesuatu yang berkaitan dengan surat-surat kelengkapan untuk [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=denikurniawan.wordpress.com&amp;blog=7783017&amp;post=558&amp;subd=denikurniawan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<blockquote>
<p style="text-align:left;"><strong>Cerita Singkat &#8220;Badut keluarga(part#1)&#8221;:</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Aku kini seorang pengangguran. Setelah perusahaan tempat ku bekerja memutus kontrak kerjaku dengan begitu saja. Hal ini bukannya tidak bisa kuterima dengan lapang. Tapi, memang harus kutelan bulat-bulat keputusan itu.</p>
<p style="text-align:justify;">Hari-hariku kini telah terbiasa dengan surat lamaran pekerjaan, salinan ijazah, pas foto dan segala sesuatu yang berkaitan dengan surat-surat kelengkapan untuk melamar pekerjaan. Bahkan pergi ke warnet untuk melamar pekerjaan lewat internet telah menjadi rutinitasku sebagai pengangguran.</p>
<p style="text-align:justify;">Hingga sebuah tawaran pekerjaan &#8220;tak wajar&#8221; menghampiriku&#8230;</p>
</blockquote>
<p style="text-align:justify;">Apakah aku harus menerima tawaran itu? Karena aku dan keluargaku sangat membutuhkan penghasilan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, terlebih untuk biaya kuliah adikku yang bulan depan akan masuk waktu jatuh tempo. Tabunganku pun mungkin hanya akan cukup memenuhi kebutuhan sehari-hari hingga minggu depan. Tapi hati kecil ini inginnya bekerja di perusahaan besar dan bukan bekerja sebagai badut penghibur. Bingung.</p>
<p style="text-align:justify;">Sangat bingung ketika aku harus memilih di saat ini. Aku tenggelam dalam bayang-bayang penghasilan yang bisa membuat keluarga menyambung hidup. Tapi di satu sisi ku malu oleh gelar kesarjanaanku bila sampai hanya bekerja menjadi badut. Aku malu terhadap teman-teman ku yang notabene bekerja di perusahaan besar yang mungkin mereka bangga akan pekerjaannya.</p>
<p style="text-align:justify;">Semakin kuberpikir keras, semakin kebimbangan menyekapku dan semakin pula kularut dalam kebimbangan yang mendera. Aku menggaruk kepalaku yang tidak gatal berharap bimbang bin bingung ini bisa pergi dariku. Ya, pergi menjauh dari kepala ini. Sebuah pertanyaan yang harus kujawab dengan segera.</p>
<p style="text-align:justify;">***</p>
<p style="text-align:justify;">Aku kemasi peralatan badutku dan bersegera pulang menuju rumah. Setelah seharian ku menghibur dalam acara ulang tahun ke-6 Rio. Dia adalah anak dari Pak Sapta, salah seorang pengusaha sukses di Jakarta.</p>
<p style="text-align:justify;">Tidak terasa telah hampir setahun aku menjadi badut. Berkeliling Jakarta untuk mengisi acara-acara yang kebanyakan adalah acara yang berhubungan dengan anak-anak. Tak terasa juga telah hampir setahun ini aku menjadi badut untuk menghidupi kebutuhan hidup sehari-hari keluargaku. Memang upah yang kuterima tidaklah besar, namun cukup untuk kebutuhan hidup sehari-hari untukku, Ibu dan juga adikku.</p>
<p style="text-align:justify;">Aku menjadi badut keluarga. Ya, Badut yang membiayai hidup keluargaku tanpa lelah dan tanpa rasa malu.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/denikurniawan.wordpress.com/558/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/denikurniawan.wordpress.com/558/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/denikurniawan.wordpress.com/558/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/denikurniawan.wordpress.com/558/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/denikurniawan.wordpress.com/558/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/denikurniawan.wordpress.com/558/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/denikurniawan.wordpress.com/558/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/denikurniawan.wordpress.com/558/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/denikurniawan.wordpress.com/558/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/denikurniawan.wordpress.com/558/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/denikurniawan.wordpress.com/558/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/denikurniawan.wordpress.com/558/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/denikurniawan.wordpress.com/558/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/denikurniawan.wordpress.com/558/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=denikurniawan.wordpress.com&amp;blog=7783017&amp;post=558&amp;subd=denikurniawan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://denikurniawan.wordpress.com/2011/08/09/cerpen-badut-keluarga-part2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/1da1cdfbc632eb42d1d2f45d73aee297?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F1.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Deni Kurniawan</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Cerpen: Badut keluarga (part#1)</title>
		<link>http://denikurniawan.wordpress.com/2011/08/03/cerpen-badut-keluarga-part1/</link>
		<comments>http://denikurniawan.wordpress.com/2011/08/03/cerpen-badut-keluarga-part1/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 02 Aug 2011 18:57:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Deni Kurniawan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Excellence Life]]></category>
		<category><![CDATA[badut]]></category>
		<category><![CDATA[badut keluarga]]></category>
		<category><![CDATA[menggapai harapan]]></category>
		<category><![CDATA[putus kontrak]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://denikurniawan.wordpress.com/?p=533</guid>
		<description><![CDATA[“Den, kalo sudah gak sibuk ke ruangan saya sebentar ya.” Pak Wawan memanggilku ke ruangannya. Pak Wawan adalah manajer personalia di tempatku bekerja. “Oh, iya Pak. Oke.” Jawabku singkat sambil menganggukkan kepala. Sebenarnya, Aku tidak mengetahui apa sebabnya Pak Wawan memanggilku tapi sejak dua hari ini aku sangat menantikan panggilan yang berasal dari bagian personalia [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=denikurniawan.wordpress.com&amp;blog=7783017&amp;post=533&amp;subd=denikurniawan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;"><a href="http://denikurniawan.files.wordpress.com/2011/08/badut1.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-544" title="badut-keluarga" src="http://denikurniawan.files.wordpress.com/2011/08/badut1.jpg?w=180&#038;h=197" alt="" width="180" height="197" /></a><em>“Den, kalo sudah gak sibuk ke ruangan saya sebentar ya.”</em> Pak Wawan memanggilku ke ruangannya. Pak Wawan adalah manajer personalia di tempatku bekerja.</p>
<p style="text-align:justify;"><em>“Oh, iya Pak. Oke.”</em> Jawabku singkat sambil menganggukkan kepala.</p>
<p style="text-align:justify;">Sebenarnya, Aku tidak mengetahui apa sebabnya Pak Wawan memanggilku tapi sejak dua hari ini aku sangat menantikan panggilan yang berasal dari bagian personalia di kantorku. Aku menantikan panggilan tentang kejelasan nasibku di perusahaan tempat ku bekerja. Kejelasan tentang nasib status kontrak kepegawaianku yang sudah berakhir hari ini. Ya, hari ini.</p>
<p style="text-align:justify;">Aku tidak tahu mengapa bagian personalia terkesan tidak peduli dengan nasibku, sebab aku telah menanyakan tentang perpanjangan kontrak kepegawaian kepada teman-temanku sekantor yang dulu ada diposisiku. Mereka mengatakan bahwa sebulan atau maksimal seminggu sebelum kontrak kepegawaian berakhir karyawan akan di hubungi oleh perusahaan dan diajak bicara tentang hal tersebut. Tapi yang kualami di kantorku malah… Ah, sudahlah.</p>
<p style="text-align:justify;">Setelah aku mematikan komputer kerjaku, langsung ku tuju ruangan Pak Wawan yang tidak jauh dari meja kerjaku. Jujur, aku membawa harapan yang sangat besar di dalam hatiku. Wajar saja semenjak kepergian Ayah setengah tahun lalu, akulah yang menjadi tulang punggung di keluarga kecilku. Karena aku adalah anak laki-laki tertua di keluargaku. Saat Ayah meninggal, ia hanya mewariskan sebuah rumah yang kami tempati kini dan sebuah motor lawas miliknya dulu.</p>
<p style="text-align:justify;">Karena itulah, panggilan ini bukan hanya menentukan nasib karirku. Tetapi juga menentukan nasib keluargaku di rumah.</p>
<p style="text-align:justify;"><em>“Maaf Pak, boleh saya masuk?”</em> Tanyaku kepada Pak Wawan, sesaat setelah melihat pintu ruangannya tidak tertutup.</p>
<p style="text-align:justify;"><em>“Oh, silahkan Den.”</em> Pak Wawan mempersilahkanku masuk ke ruangannya dan mempersilahkan saya duduk di kursi yang berhadapan dengannya seraya menutup pintu ruangannya.</p>
<p style="text-align:justify;">Ruangannya terasa sangat tenang. Sangat kontras sekali dengan degupan jantungku yang kian tidak beraturan. Mataku tidak berani menatap wajahnya. Bukan krena aku takut kepadanya, yang aku takutkan adalah pembicaraan ini. Pembicaraan yang telah dua hari ini kutunggu tetapi saat pembicaraan ini terjadi aku malah takut menghadapinya.</p>
<p style="text-align:justify;">Pak Wawan membuka pembicaraan dengan menyediakan segelas air mineral untukku. Aku tidak tahu apa yang ada dalam pikirannya. Aku juga tidak tahu apa hasil keputusan tentang kelanjutan karirku di perusahaan ini. Apakah ini pertanda baik? Atau malah ini tanda perpisahan untukku?</p>
<p style="text-align:justify;"><em>“Tok.. tok.. tok…”</em> Bunyi ketukan pintu dari luar. Pintu terbuka dari luar dan masuklah Bu Andayani. Dialah atasanku. Seorang manajer produksi.</p>
<p style="text-align:justify;">Sekarang ada Aku, Pak Wawan dan Bu Andayani yang berada di ruangan tenang ini. Mata mereka berdua saling menatap setelah mereka menatapku bersamaan. Aku tetap menunduk sambil menggaruk kepalaku yang tidak gatal.</p>
<p style="text-align:justify;"><em>“Oke Den, saya sudah mencoba mempelajari kinerja kamu selama dua tahun ini. Kinerja kamu cukup baik. Tetapi mohon maaf kami tidak bisa memperpanjang kontrak kamu.”</em> Pak Wawan berkata dengan suara pelan. Dan setelah itu suasana menjadi hening. Semua diam. Tak seorang pun dari kami ada yang berani mengatakan apapun setelah keputusan itu dikatakan.</p>
<p style="text-align:justify;">Jantung ini serasa berhenti berdetak tiba-tiba. Kepalaku sangat berat untuk kuangkat. Aku sangat ingin mengangkat kepalaku dan memberikan sinyal menerima keputusan itu dengan mengangguk, tapi sulit sekali aku melakukannya. Aku menunduk dengan membisu seribu bahasa. “<em>Arrrgh…, kenapa harus saat ini ya Allah. Ini bukan waktu yang tepat!”</em> Tolakku dalam hati. Aku masih sangat membutuhkan pekerjaan ini sekarang. Masih harus kupikul beban hidup keluargaku  yang ku tak tahu sampai kapan. Ditambah juga, baru saja minggu lalu aku mendaftarkan adikku masuk ke perguruan tinggi.</p>
<p style="text-align:justify;"><em>“Mohon maaf Den, ini sudah menjadi keputusan perusahaan. Kami harap Deni bisa menerimanya.”</em> Suara Bu Andayani memecah kebekuan ruangan ini namun menambah perih luka yang sedang kurasakan.</p>
<p style="text-align:justify;"><em>“I..iya bu. Terima kasih.”</em> jawabku lirih.</p>
<p style="text-align:justify;">Setelah mendengar keputusan itu, aku coba kuatkan diri untuk bangun dari kursi tempat kududuk dan berjalan keluar menuju ke meja kerjaku dengan gundah dan kekecewaan menggelayut. Awan hitam nan pekat sedang menantiku dalam keseharianku selanjutnya.</p>
<p style="text-align:justify;">***</p>
<p style="text-align:justify;">Sudah satu bulan ini aku berpredikat sebagai pengangguran. Pekerjaanku setiap hari hanya berkutat dengan internet dan warung <em>fotocopy. </em>Sudah puluhan lowongan pekerjaan yang ku coba <em>submit</em> melalui internet. Mulai dari lowongan pekerjaan yang sesuai dengan latar belakang pendidikanku sebagai sarjana komputer hingga lowongan pekerjaan yang sangat tidak sesuai dengan latar belakang pendidikanku yaitu menjadi badut penghibur acara ulang tahun anak-anak.</p>
<p style="text-align:justify;"><em>“Jadi badut juga gak apa-apa deh, yang penting bisa kerja.”</em> Tanpa kusadari itu kuucapkan pelan saat men-<em>submit </em>lowongan pekerjaan sebagai badut penghibur anak-anak.</p>
<p style="text-align:justify;">Tidak hanya itu sudah ratusan ribu rupiah kuhabiskan untuk menggandakan surat lamaran pekerjaan dan daftar riwayat hidupku di warung <em>fotocopy. </em>Hanya satu harapan yang kupunya, semoga ada pekerjaan untukku, sehingga ku bisa kembali memiliki penghasilan untuk menafkahi keluargaku.</p>
<p style="text-align:justify;">Pagi ini seperti pagi-pagi sebelumnya, setelah selesai shalat dhuha ku berangkat menuju ke warnet untuk melihat emailku sekaligus mencari lowongan pekerjaan baru yang belum pernah ku <em>submit. </em>Setelah ku memeriksa emailku, ku melihat ada satu balasan email yang mampir ke emailku. Aku langsung melihatnya dengan penuh harapan. Mungkin saja ada perusahaan yang memanggilku untuk panggilan <em>interview. </em>Semoga saja.</p>
<p style="text-align:justify;">Bak gayung bersambut. Email itu berisi panggilan tes kerja. Namun, bukan senang yang kurasakan tetapi sedikit gundah yang bersarang di hatiku. Panggilan itu adalah panggilan untuk tes kerja sebagai badut penghibur anak-anak.</p>
<p style="text-align:justify;">Mengapa kesempatan ini yang datang kepadaku? Mengapa bukan kesempatan menjadi pegawai di perusahaan besar. Apakah aku tidak pantas bekerja di perusahaan berkelas internasional? Sementara teman-teman sekampusku dulu sudah bekerja di perusahaan-perusahaan raksasa di Jakarta.</p>
<p style="text-align:justify;">Apakah aku harus menerima tawaran itu? Karena aku dan keluargaku sangat membutuhkan penghasilan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, terlebih untuk biaya kuliah adikku yang bulan depan akan masuk waktu jatuh tempo. Tabunganku pun mungkin hanya akan cukup memenuhi kebutuhan sehari-hari hingga minggu depan. Tapi hati kecil ini inginnya bekerja di perusahaan besar dan bukan bekerja sebagai badut penghibur. Bingung.</p>
<p style="text-align:justify;">Sangat bingung ketika aku harus memilih di saat ini. Aku tenggelam dalam bayang-bayang penghasilan yang bisa membuat keluarga menyambung hidup. Tapi di satu sisi ku malu oleh gelar kesarjanaanku bila sampai hanya menjadi badut. Ku malu terhadap teman-teman ku yang notabene bekerja di perusahaan besar yang mungkin mereka bangga akan pekerjaannya.</p>
<p style="text-align:justify;">Semakin kuberpikir keras, semakin kebimbangan menyekapku dan semakin pula kularut dalam kebimbangan yang mendera. Aku menggaruk kepalaku yang tidak gatal berharap bimbang bin bingung ini bisa pergi dariku. Ya, pergi menjauh dari kepala ini. Sebuah pertanyaan yang harus kujawab dengan segera. <strong>Haruskah aku menjadi badut?</strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong><em>&#8211;(Baca kelanjutan part#2-nya ya sobat husnudZONE. <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> )</em>&#8211;</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Deni Kurniawan</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/denikurniawan.wordpress.com/533/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/denikurniawan.wordpress.com/533/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/denikurniawan.wordpress.com/533/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/denikurniawan.wordpress.com/533/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/denikurniawan.wordpress.com/533/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/denikurniawan.wordpress.com/533/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/denikurniawan.wordpress.com/533/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/denikurniawan.wordpress.com/533/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/denikurniawan.wordpress.com/533/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/denikurniawan.wordpress.com/533/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/denikurniawan.wordpress.com/533/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/denikurniawan.wordpress.com/533/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/denikurniawan.wordpress.com/533/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/denikurniawan.wordpress.com/533/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=denikurniawan.wordpress.com&amp;blog=7783017&amp;post=533&amp;subd=denikurniawan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://denikurniawan.wordpress.com/2011/08/03/cerpen-badut-keluarga-part1/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/1da1cdfbc632eb42d1d2f45d73aee297?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F1.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Deni Kurniawan</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://denikurniawan.files.wordpress.com/2011/08/badut1.jpg?w=273" medium="image">
			<media:title type="html">badut-keluarga</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Berubah, Mengubah</title>
		<link>http://denikurniawan.wordpress.com/2011/07/30/berubah-mengubah/</link>
		<comments>http://denikurniawan.wordpress.com/2011/07/30/berubah-mengubah/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 29 Jul 2011 23:41:50 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Deni Kurniawan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Excellence Life]]></category>
		<category><![CDATA[berubah]]></category>
		<category><![CDATA[berubah mengubah]]></category>
		<category><![CDATA[hikmah]]></category>
		<category><![CDATA[memberi contoh]]></category>
		<category><![CDATA[mencontohkan]]></category>
		<category><![CDATA[mengubah]]></category>
		<category><![CDATA[perubahan]]></category>
		<category><![CDATA[perubahan positif]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://denikurniawan.wordpress.com/?p=501</guid>
		<description><![CDATA[&#8220;Di dunia ini tidak ada yang abadi, semuanya akan mengalami perubahan. Yang abadi adalah perubahan itu sendiri.&#8221; -Anonim- Haloooo sobat husnudZONE! Semoga senantiasa selalu berhusnudzan. Sabtu datang husnudZONE menyapa. Bertemu lagi pada tulisan saya kali ini. Seperti quote diatas, pada tulisan kali ini saya akan membahas tentang perubahan. Perubahan adalah suatu hal yang pasti akan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=denikurniawan.wordpress.com&amp;blog=7783017&amp;post=501&amp;subd=denikurniawan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:center;"><a href="http://denikurniawan.files.wordpress.com/2011/07/berubah-mengubah.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-514" title="berubah-mengubah" src="http://denikurniawan.files.wordpress.com/2011/07/berubah-mengubah.jpg?w=500" alt=""   /></a><em></em></p>
<blockquote>
<p style="text-align:center;">&#8220;Di dunia ini tidak ada yang abadi, semuanya akan mengalami perubahan. Yang abadi adalah perubahan itu sendiri.&#8221;<br />
-Anonim-</p>
</blockquote>
<p style="text-align:justify;">Haloooo sobat husnudZONE! Semoga senantiasa selalu berhusnudzan. Sabtu datang <a title="husnudZONE" href="http://denikurniawan.wordpress.com" target="_blank">husnudZONE</a> menyapa. Bertemu lagi pada tulisan saya kali ini. Seperti <em>quote</em> diatas, pada tulisan kali ini saya akan membahas tentang perubahan. Perubahan adalah suatu hal yang pasti akan dialami oleh kita semua sebagai hambaNya. Ya, tidak ada yang terkecuali. Semuanya!</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Rubah dahulu, mengubah kemudian</strong><br />
Nah, saya akan mulai dengan sebuah kisah tentang film anak-anak yang menjadi favorit saya sewaktu kecil. <em>&#8220;Loh, apa hubungannya dengan perubahan?&#8221;</em> Hehehe. Tenang sobat husnudZONE kita simak dulu ceritanya <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p style="text-align:justify;">Sobat husnudZONE pasti pernah tahu tentang film &#8216;Ksatria Baja Hitam&#8217; kan? Sebuah film yang berasal dari negeri matahari terbit.  Film yang mengisahkan tentang serial kepahlawanan dengan balutan action khas fantasi anak-anak.</p>
<p style="text-align:justify;">Dengan sebuah kata sakti khasnya, yaitu &#8220;Berubah!&#8221; Ksatria baja hitam pun mulai melawan musuh-musuhnya. Setelah kata-kata saktinya dia ucapkan ksatria baja hitam itu pun berjibaku melawan monster-monster yang menjadi musuhnya.</p>
<p style="text-align:justify;">Dari cerita diatas, pelajaran yang tersirat dari film itu adalah <strong>&#8216;Berubah sebelum Mengubah&#8217;</strong></p>
<p style="text-align:justify;"><a href="http://denikurniawan.files.wordpress.com/2011/07/baja-hitam.jpg"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-521" title="baja-hitam" src="http://denikurniawan.files.wordpress.com/2011/07/baja-hitam.jpg?w=129&#038;h=119" alt="" width="129" height="119" /></a>Ksatria baja hitam selalu berubah (menjadi kuat dari sebelumnya) terlebih dahulu sebelum ia melawan musuh-musuhnya untuk menyelamatkan kotanya (mengubah keadaan bahaya menjadi aman). Itu artinya kita di wajibkan untuk berubah terlebih dahulu untuk bisa mengubah keadaan sesuai yang kita inginkan.</p>
<p style="text-align:justify;">Menyambung hal di atas, mari kita perhatikan lagi beberapa superhero fantasi yang berasal dari negeri Paman Sam. Superman, Spiderman dan Wonder Woman. Mereka adalah superhero yang harus melakukan ritual <em>&#8216;berubah&#8217;</em> sebelum ia menumpas musuh dan mengamankan kota mereka masing-masing dari bahaya yang mengancam.</p>
<p style="text-align:justify;">Yak,  sobat husnuZONE. Jadi, sekali lagi bahwa berubah adalah modal penting untuk kita mengubah sesuatu. Dan perubahan haruslah dimulai dari diri kita sendiri (memberi contoh), barulah kita bisa merubah lingkungan, negara atau bahkan dunia sekalipun.</p>
<p style="text-align:justify;">Rasulullah pun juga melakukan hal tersebut. Rasulullah berdakwah dengan suri tauladan yang ia tebar ke seluruh penjuru bumi. Barulah ia mulai mengubah masa, yang semula penuh dengan kegelapan: jahiliyah. Menjadi masa yang terang benderang yang hanya mengharap ridhoNya.</p>
<p style="text-align:justify;">Sangatlah penting berubah sebelum mengubah. Sehingga mulailah perubahan dari diri sendiri. Dan kemudahan mengubah akan dirasakan setelahnya.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Anjuran berubah<br />
</strong>Keinginan berubah sangatlah penting. Seperti yang ALLAH firmankan dalam firmanNya.</p>
<blockquote>
<p style="text-align:justify;">“Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah nasib suatu kaum kecuali kaum itu sendiri yang mengubah apa apa yang pada diri mereka”<br />
<strong>QS 13:11</strong></p>
</blockquote>
<p style="text-align:justify;">Sangat tepat sekali! Firman tersebut sangat kuat menganjurkan kita untuk berubah dan mengubah. Berubah terlebih dahulu dan mengubah setelahnya.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>P = B+M<br />
</strong>Sobat husnudZONE, setelah berubah dan mengubah<strong>. </strong>Akan kita temukan sebuah hal yang sakti. Suatu hal yang kita harapkan. Sebuah hal yang paling kita dambakan setelah kita berupaya berubah dan berjibaku mengubah. Sebuah kata ideal yaitu <span style="text-decoration:underline;">Perubahan yang kita harapkan.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><strong></strong>Pada prinsipnya, Perubahan memang akan tetap terjadi walaupun kita berpangku tangan sekalipun. Namun perubahan yang ideal seperti apa yang kita harapkan dibutuhkan sebuah rumus. Rumusnya yaitu <strong>P</strong>erubahan = <strong>B</strong>erubah + <strong>M</strong>engubah.</p>
<p style="text-align:justify;"><a href="http://denikurniawan.files.wordpress.com/2011/07/benci-sayur.jpg"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-523" title="benci sayur" src="http://denikurniawan.files.wordpress.com/2011/07/benci-sayur.jpg?w=129&#038;h=108" alt="" width="129" height="108" /></a>Ada satu kisah yang saya dapatkan dari sebuah sahabat saya. Dia menceritakan bahwa susah sekali mengajari anaknya yang berumur 6 tahun untuk makan sayuran. Ia telah berusaha keras untuk bisa membuat anaknya menyukai makan sayur. Karena ia tidak mau anaknya menderita penyakit anemia yang ia derita, karena memang dia juga tidak menyukai makan sayur sedari kecil.</p>
<p style="text-align:justify;">Semakin keras ia mencobanya semakin keras juga penolakan dari sang anak. Hingga ia mencoba menerapkan strategi rasulullah yaitu memberikan contoh (berubah).</p>
<p style="text-align:justify;">Ia berusaha keras untuk berubah. Ia mulai mencoba untuk menyukai makan sayur. Bahkan ia tak ragu untuk mencontohkan cara makan sayur kepada anaknya di setiap kesempatan saat bersama.</p>
<p style="text-align:justify;">Alhamdulillah, hasil yang di dapat adalah, si anak mulai mencoba makan sayur. Pada akhirnya &#8216;bisa ala biasa&#8217;. Ya&#8230;, si anak mulai menyukai sayur. Dan perubahan (yang diharapkan) itu pun bisa terjadi. Tidak cukup sampai disitu hikmah yang ia dapat. Anemia yang ia derita juga berangsur-angsur sembuh, karena kebiasaan barunya mengkonsumsi sayur-sayuran. Subhanallah.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Waspadai perubahan negatif<br />
</strong>Perubahan tidak selalu cenderung dengan menuju ke yang lebih baik. Namun, ada juga perubahan yang negatif. Perubahan negatif bisa saja datang menyapa dan menantang kita.</p>
<p style="text-align:justify;">Kita haruslah peka terhadap setiap perubahan yang datang. Jangan pernah sekalipun menganggap ringan efek dari perubahan negatif. Maka, waspadalah&#8230;, waspadalah!</p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#ffffff;">.</span>Yak, sobat husnudZONE. Sampai disini dulu pembahasan tentang &#8216;Berubah, Mengubah&#8217;. Tetap ciptakan perubahan yang positif dengan cara berubah dan mengubah. Thanks <img src='http://s1.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';)' class='wp-smiley' /> </p>
<p style="text-align:justify;">- &#8211; - &#8211; - &#8211; - &#8211; - &#8211; -<br />
<em>Deni  Kurniawan</em></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/denikurniawan.wordpress.com/501/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/denikurniawan.wordpress.com/501/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/denikurniawan.wordpress.com/501/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/denikurniawan.wordpress.com/501/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/denikurniawan.wordpress.com/501/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/denikurniawan.wordpress.com/501/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/denikurniawan.wordpress.com/501/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/denikurniawan.wordpress.com/501/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/denikurniawan.wordpress.com/501/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/denikurniawan.wordpress.com/501/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/denikurniawan.wordpress.com/501/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/denikurniawan.wordpress.com/501/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/denikurniawan.wordpress.com/501/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/denikurniawan.wordpress.com/501/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=denikurniawan.wordpress.com&amp;blog=7783017&amp;post=501&amp;subd=denikurniawan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://denikurniawan.wordpress.com/2011/07/30/berubah-mengubah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/1da1cdfbc632eb42d1d2f45d73aee297?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F1.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Deni Kurniawan</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://denikurniawan.files.wordpress.com/2011/07/berubah-mengubah.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">berubah-mengubah</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://denikurniawan.files.wordpress.com/2011/07/baja-hitam.jpg?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">baja-hitam</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://denikurniawan.files.wordpress.com/2011/07/benci-sayur.jpg?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">benci sayur</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Cerpen: Virus iri</title>
		<link>http://denikurniawan.wordpress.com/2011/07/26/cerpen-virus-iri/</link>
		<comments>http://denikurniawan.wordpress.com/2011/07/26/cerpen-virus-iri/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 26 Jul 2011 10:42:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Deni Kurniawan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Excellence Life]]></category>
		<category><![CDATA[cerpen]]></category>
		<category><![CDATA[hikmah adzan]]></category>
		<category><![CDATA[iri]]></category>
		<category><![CDATA[iri hati]]></category>
		<category><![CDATA[virus iri]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://denikurniawan.wordpress.com/?p=470</guid>
		<description><![CDATA[Kulajukan sepeda motorku dengan kecepatan tinggi menuju rumah. Hatiku dipenuhi dengan kekesalan dan emosi membludak. Sangat kesal sampai-sampai ku rasakan kepalaku panas serasa mendidih. Tak tahu harus ku lampiaskan kepada siapa kekesalan ini. Kubaringkan tubuhku sesampai di rumah. Kunyalakan kipas angin dan ku arahkan ke muka dan seluruh bagian kepalaku. Berharap bisa mendinginkan kepalaku yang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=denikurniawan.wordpress.com&amp;blog=7783017&amp;post=470&amp;subd=denikurniawan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;"><a href="http://denikurniawan.files.wordpress.com/2011/07/virus-iri-menjauhlah.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-486" title="virus-iri-menjauhlah" src="http://denikurniawan.files.wordpress.com/2011/07/virus-iri-menjauhlah.jpg?w=500" alt=""   /></a>Kulajukan sepeda motorku dengan kecepatan tinggi menuju rumah. Hatiku dipenuhi dengan kekesalan dan emosi membludak. Sangat kesal sampai-sampai ku rasakan kepalaku panas serasa mendidih. Tak tahu harus ku lampiaskan kepada siapa kekesalan ini.</p>
<p style="text-align:justify;">Kubaringkan tubuhku sesampai di rumah. Kunyalakan kipas angin dan ku arahkan ke muka dan seluruh bagian kepalaku. Berharap bisa mendinginkan kepalaku yang sejak tadi serasa mendidih.</p>
<p style="text-align:justify;">Kuhirup nafas panjang-panjang dan kuhembuskan panjang-panjang setelahnya. Kulakukan berulang-ulang. Berharap hal itu bisa meringankan kekesalan dan emosi yang kurasakan.</p>
<p style="text-align:justify;"><em>&#8220;Arrgh.., mengapa kipas angin ini tidak bisa mendinginkan kepalaku?&#8221;</em> Teriak ku dalam hati sambil memegang kepalaku dengan kedua tanganku. Makanan favoritku yang terhidang di meja makan tidak membuat rasa laparku mengalahkan rasa kesal dan emosi.</p>
<p style="text-align:justify;"><em>&#8220;Aku sangat bodoh! Mengapa aku melakukan kesalahan? Padahal pekerjaan itu sudah menjadi pekerjaan rutinku!&#8221; </em>Kesalku.<em><br />
</em></p>
<p style="text-align:justify;">Siang tadi aku dimarahi oleh atasanku di kantor, karena aku melakukan kesalahan pada saat pembuatan surat kontrak antara kantorku dan kliennya. Mungkin kesalahan memang suatu hal yang biasa di dunia kerja. Namun yang menjadi masalah ketika kesalahan yang aku buat adalah kesalahan fatal yang seharusnya tidak terjadi, karena pekerjaan itu sudah sering aku lakukan. Malah bisa dibilang pekerjaan itu merupakan pekerjaan rutinku di kantor.</p>
<p style="text-align:justify;">Aku tidak mengetahui apa yang sedang terjadi pada diriku. Aku hanya merasa ada jutaan ton kekesalan yang kurasakan. Tindihan emosi yang membuatku terhimpit hingga tidak mampu aku berkonsentrasi pada pekerjaanku yang pada saat itu sedang ku kerjakan.</p>
<p style="text-align:justify;">Aku tidak tahu mengapa kekesalan dan emosi kurasakan. Aku hanya tahu satu hal. Aku terserang virus.</p>
<p style="text-align:justify;"><em>Sesaat sebelum virus itu menyerang&#8230;</em></p>
<p style="text-align:justify;">Sebuah pesan singkat masuk ke ponselku yang ditandai dengan bunyi nada dering. Kurogoh kantong celanaku untuk mengambil ponselku. Kutunda sejenak pekerjaanku dan kuletakkan dokumen-dokumen kontrak yang sedang ku kerjakan di atas meja kerjaku. Kusempatkan untuk membaca pesan singkat yang masuk.</p>
<p style="text-align:justify;">&#8220;Oh ternyata dia. Ada apa dia, sampai-sampai dia mengirimiku pesan singkat?&#8221; Tanyaku dalam hati sambil menekan tombol &#8216;OK&#8217; di ponselku, untuk membuka pesan singkat yang dikirim olehnya.</p>
<p style="text-align:justify;">Dulu, dia adalah teman sekolahku saat SMA. Dia adalah saingan terberatku saat bersekolah dulu. Dia tidak mau mengalah denganku dalam urusan pelajaran. Begitupun dengan aku yang tak mau dikalahkan begitu saja dengannya dalam hal yang sama. Selepas SMA kami jarang sekali bertemu. Kami hanya bertemu pada saat acara pertemuan alumni yang rutin diselenggarakan oleh sekolah. Namun, waktu juga tidak bisa mematikan persaingan diantara kami. Persaingan kami pun terus berlangsung hingga saat ini.</p>
<p style="text-align:justify;">Dia mengirimkan kabar bahagia. Kabar bahagia tentang undangan syukuran rumah barunya. Namun, undangan itu tidak lantas membuatku ikut bahagia. Malah sebaliknya, undangan itu membuatku kesal dan emosi. Bukan karena undangan syukurannya. Tapi mengapa harus dia? Mengapa harus dia yang terlebih dahulu bisa membeli rumah, bukan aku?</p>
<p style="text-align:justify;">Aku yang sejak dulu menabung untuk membeli rumah. Aku yang terlebih dahulu bekerja dibandingkan dia. Dan aku juga yang lebih pintar dibandingkan dia. &#8220;Mengapa harus dia duluan yang berhasil? Aku yang lebih pantas berhasil daripada dia!&#8221;</p>
<p style="text-align:justify;">Virus iri telah menyerangku. Serangan telak tepat di hatiku. Membuat pikiranku kacau, tidak fokus dan tidak bisa berpikir jernih. Mataku memerah dan meningkatkan suhu kepalaku.</p>
<p style="text-align:justify;">Parahnya lagi, virus itu membuat pekerjaanku berantakan. Sungguh, setelahnya hanya ada makian, umpatan, dan ucapan sinis yang keluar dari mulutku.</p>
<p style="text-align:justify;">Sungguh luar biasa virus iri yang menyerangku saat ini. Membuatku sekarang hanya bisa terkapar di tempat tidur dengan bantuan kipas angin yang mencoba mendinginkan kepalaku.</p>
<p style="text-align:justify;">Saat virus itu kian menggerogoti hati ini dalam-dalam. Sepintas ku dengar kumandang adzan maghrib berseru-menyerukan untuk segera melaksanakan shalat maghrib berjamaah. Entah kenapa aku merasakan virus itu mulai lemah saat kalimat-kalimat adzan menggema di kupingku. Semakin melemah dan semakin melemah. Ya, virus itu kurasakan semakin lumpuh dan makin melumpuh. Hingga ketika kalimat adzan diakhiri dengan &#8216;Lailaha illahu&#8230;&#8217; seketika itu kurasakan kelumpuhan total virus tersebut.</p>
<p style="text-align:justify;">Kepalaku tidak lagi memanas. Pikiran ku tidak lagi kacau dan menjadi jernih. Kurasakan merah di mataku terpendar digantikan dengan warna putih asli mataku.</p>
<p style="text-align:justify;">&#8220;Alhamdulillah, Engkau telah menyelamatkan aku dari virus ganas ini, ya Rabb.&#8221;</p>
<p style="text-align:justify;">Dalam hati ku berkata, buat apa aku iri karena kebahagiaan orang lain. Aku seharusnya bersyukur atas apa yang telah diberikanNya kepadaku saat ini. Karena masih banyak orang-orang lain di luar sana masih kekurangan.</p>
<p style="text-align:justify;">PemberianNya saat ini adalah modal utamaku untuk meraih apa yang menjadi impianku di masa depan. Begitu juga pemberianNya di masa lalu adalah modal utama dalam mencapai kesuksesanku hari ini.</p>
<p style="text-align:justify;">-Deni Kurniawan-</p>
<p style="text-align:justify;">- &#8211; - &#8211; - &#8211; - &#8211; - &#8211; - &#8211; - &#8211; - &#8211; -</p>
<p style="text-align:justify;">Semoga kita selalu terhindar dari virus iri yang bisa menyerang kita kapan saja dan dimana saja serta dengan cara apapun juga.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/denikurniawan.wordpress.com/470/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/denikurniawan.wordpress.com/470/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/denikurniawan.wordpress.com/470/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/denikurniawan.wordpress.com/470/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/denikurniawan.wordpress.com/470/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/denikurniawan.wordpress.com/470/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/denikurniawan.wordpress.com/470/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/denikurniawan.wordpress.com/470/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/denikurniawan.wordpress.com/470/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/denikurniawan.wordpress.com/470/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/denikurniawan.wordpress.com/470/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/denikurniawan.wordpress.com/470/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/denikurniawan.wordpress.com/470/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/denikurniawan.wordpress.com/470/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=denikurniawan.wordpress.com&amp;blog=7783017&amp;post=470&amp;subd=denikurniawan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://denikurniawan.wordpress.com/2011/07/26/cerpen-virus-iri/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/1da1cdfbc632eb42d1d2f45d73aee297?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F1.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Deni Kurniawan</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://denikurniawan.files.wordpress.com/2011/07/virus-iri-menjauhlah.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">virus-iri-menjauhlah</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Janggut is Good</title>
		<link>http://denikurniawan.wordpress.com/2011/07/21/janggut-is-good/</link>
		<comments>http://denikurniawan.wordpress.com/2011/07/21/janggut-is-good/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 21 Jul 2011 17:28:28 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Deni Kurniawan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Excellence Life]]></category>
		<category><![CDATA[janggut]]></category>
		<category><![CDATA[jenggot]]></category>
		<category><![CDATA[manfaa janggut]]></category>
		<category><![CDATA[manfaat jenggot]]></category>
		<category><![CDATA[rasul]]></category>
		<category><![CDATA[sunnah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://denikurniawan.wordpress.com/?p=427</guid>
		<description><![CDATA[Howdiiii&#8230;. Sobat HusnudZONE! Apa kabar? Semoga selalu kian husnudzan. Selamat bertemu kembali pada tulisan saya kali ini. &#8220;Semoga tidak bosen yaa, hehehe.&#8221; Pada tulisan kali ini saya akan mencoba membahas tentang rambut dagu alias jenggot alias janggut. Banyak sekali teman-teman saya yang menanyakan mengapa saya memelihara janggut saya. Sebagiannya lagi malah menyuruh saya untuk memotong [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=denikurniawan.wordpress.com&amp;blog=7783017&amp;post=427&amp;subd=denikurniawan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;"><a href="http://denikurniawan.files.wordpress.com/2011/07/assalamualaikum.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-466" title="assalamualaikum" src="http://denikurniawan.files.wordpress.com/2011/07/assalamualaikum.jpg?w=500" alt=""   /></a>Howdiiii&#8230;. Sobat HusnudZONE! Apa kabar? Semoga selalu kian husnudzan. Selamat bertemu kembali pada tulisan saya kali ini. &#8220;Semoga tidak bosen yaa, hehehe.&#8221; Pada tulisan kali ini saya akan mencoba membahas tentang rambut dagu alias jenggot alias janggut.</p>
<p style="text-align:justify;">Banyak sekali teman-teman saya yang menanyakan mengapa saya memelihara janggut saya. Sebagiannya lagi malah menyuruh saya untuk memotong atau hanya sekedar merapikan janggut yang tumbuh di sekitar dagu saya.</p>
<p style="text-align:justify;">Pertanyaan dan anjuran itu biasanya saya jawab dengan senyuman kecil sambil mengelus-elus janggut saya yang mulai tumbuh lebat. Bukan ingin meledek tapi hanya sekedar mengatakan bahwa saya tidak ingin memotongnya <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> .</p>
<p style="text-align:justify;">Pada dasarnya, memelihara janggut adalah sunnah. Ya, menurut riwayat Nabi Muhammad saw memang berjanggut bahkan Ia membiarkan janggutnya tumbuh hingga panjangnya mencapai pusarnya. Subhanallah.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Janggut dalam Sunnah<br />
</strong>Seperti yang kita ketahui banyak riwayat yang menjelaskan tentang anjuran Nabi untuk memelihara janggut.</p>
<p style="text-align:justify;">Diantara riwayat-riwayat itu adalah :<br />
Dari Ibnu &#8216;Umar radhiyallahu anhu bahwa Rasulullah Saw bersabda, <em>&#8220;Berbedalah kalian dengan orang-orang musyrik, panjangkanlah jenggot dan pendekkanlah kumis.&#8221;</em> <span style="text-decoration:underline;">(HR. Bukhari)</span></p>
<p style="text-align:justify;">Dari Ibnu Umar radhiyallahu anhu bahwa Rasulullah SAW bersabda, <em>&#8220;Berbedalah kalian dengan orang-orang musyrik, pendekkanlah kumis, dan panjangkanlah jenggot.&#8221;</em> <span style="text-decoration:underline;">(HR. Muslim)</span></p>
<p style="text-align:justify;">Dari Abu Hurairah radhiyallahu &#8216;anhu, dia berkata, Rasulullah Shallallahu &#8216;alaihi wa sallam bersabda: <em>&#8220;Potonglah kumis dan biarkan jenggot, selisilah orang-orang majusi&#8221;</em> <span style="text-decoration:underline;">(HR. Ahmad II/365, 366 dan Muslim 260)</span></p>
<p style="text-align:justify;">Dari Aisyah radhiyallahu anha bahwa Nabi SAW bersabda, <em>&#8220;10 hal yang termasuk fitrah : mencukur kumis, memanjangkan jenggot, bersiwak, istinsyak (memasukkan air ke hidung), memotong kuku, mencuci sela-sela jari, mencabut bulu ketiak, mencukur bulu kemaluan dan menghemat air.&#8221;</em> <span style="text-decoration:underline;">(HR. Muslim)</span></p>
<p style="text-align:justify;">Dari Ibnu Umar Radhiyallahu &#8216;anhu dari Nabi Shallallahu &#8216;alaihi wa sallam, beliau bersabda, <em>&#8220;Selisihilah orang-orang musyrik (dengan cara) melebatkan jenggot dan memendekkan kumis&#8221;</em> <span style="text-decoration:underline;">(HR. Bukhari 5553 dan Muslim 259)</span></p>
<p style="text-align:justify;">Dari Abu Hurairah radhiyallahu &#8216;anhu, dia berkata, Rasulullah Shallallahu &#8216;alaihi wa sallam bersabda, <em>&#8220;Panjangkanlah jenggot dan potonglah kumis. Janganlah kalian menyerupai orang-orang Yahudi dan Nasrani.&#8221;</em> <span style="text-decoration:underline;">(HR. Ahmad, Al-Musnad II/366)</span></p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Janggut Bukan Simbol Ektrimisme<br />
</strong>Ada sebuah kisah tentang seorang pemain sepak bola bernama Tursunov. Ketika ia sedang berada di Tajikistan ia dilarang ikut bertanding bersama tim nya dalam laga pembuka di sana sebelum ia mencukur rambut di wajahnya itu. Secara tidak langsung ia diharuskan untuk memilih karir sepakbola atau janggut kesayangannya. Hal ini dikarenakan adanya anjuran untuk tidak memelihara janggut di Tajikistan.</p>
<p style="text-align:justify;">Mungkin tidak hanya di Tajikistan, mungkin saja di belahan bumi lainnya ada pelarangan serupa yang melarang atau menganjurkan untuk tidak memelihara janggut. Hal itu mungkin disebabkan karena janggut dianggap sebagai simbol ekstrimisme beragama. Bahkan bisa disebut sebagai lambang fanatisme yang berlebihan.</p>
<p style="text-align:justify;">Namun, alasan saya memelihara janggut bukan karena ingin menebalkan simbol ekstrimisme maupun fanatisme. Saya hanya ingin menghidupkan sunnah. Mungkin saja Tursunov juga memiliki alasan yang sama untuk memelihara janggutnya.</p>
<p style="text-align:justify;">Jadi, janggut bukanlah merupakan sebuah lambang ektrimisme atau fanatisme, justru pelarangan atas anugrah tumbuhnya janggut itulah yang merupakan penebelan simbol ekstrimisme.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Manfaat Memelihara Janggut</strong><br />
Hasil penelitian yang menakjubkan dihasilkan. Penelitian yang dilakukan oleh para ilmuwan Amerika dan Eropa. Mereka meneliti tentang manfaat janggut yang di wajah ulama-ulama Muslim.<br />
1. Secara alamiah janggut bisa mengontrol kandungan minyak yang terdapat pada wajah.<br />
2. Dalam satu helai jenggot dapat menyerap lebih dari satu unsur yang menyebabkan wajah kusam. Sehingga menyebabkan wajah menjadi lebih cerah dan bercahaya.</p>
<p style="text-align:justify;">Sedangkan manfaat yang saya rasakan, dengan memelihara janggut saya merasa kotoran atau debu tidak langsung mengenai wajah saya. Sehingga wajah saya tidak terkontaminasi dengan kotoran atau debu tersebut. Jadi terlihat lebih cerah <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<p style="text-align:justify;">&#8211;</p>
<p style="text-align:justify;">Yak, sekian untuk tulisan <strong>janggut is good</strong> nya. Semoga bermanfaat untuk sobat HusnudZONE dimanapun berada. Tetap husnudzan dan&#8230;, hidup janggut! <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<p style="text-align:justify;">Wassalam,<br />
<em>Deni Kurniawan </em></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/denikurniawan.wordpress.com/427/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/denikurniawan.wordpress.com/427/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/denikurniawan.wordpress.com/427/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/denikurniawan.wordpress.com/427/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/denikurniawan.wordpress.com/427/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/denikurniawan.wordpress.com/427/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/denikurniawan.wordpress.com/427/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/denikurniawan.wordpress.com/427/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/denikurniawan.wordpress.com/427/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/denikurniawan.wordpress.com/427/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/denikurniawan.wordpress.com/427/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/denikurniawan.wordpress.com/427/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/denikurniawan.wordpress.com/427/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/denikurniawan.wordpress.com/427/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=denikurniawan.wordpress.com&amp;blog=7783017&amp;post=427&amp;subd=denikurniawan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://denikurniawan.wordpress.com/2011/07/21/janggut-is-good/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/1da1cdfbc632eb42d1d2f45d73aee297?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F1.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Deni Kurniawan</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://denikurniawan.files.wordpress.com/2011/07/assalamualaikum.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">assalamualaikum</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
